<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483</id><updated>2012-01-05T15:36:51.397+07:00</updated><category term='Islam'/><category term='Teknologi'/><title type='text'>Eji's Weblog</title><subtitle type='html'>"Lakukan Perubahan untuk Hidup Lebih Baik "</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-2891815370865952027</id><published>2011-08-13T14:47:00.003+07:00</published><updated>2011-12-21T13:13:57.494+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Mendidik Anak dengan Al-Qur'an</title><content type='html'>Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak adalah hal yang paling pokok dalam  Islam. Dengan hal tersebut, anak akan senantiasa dalam fitrahnya dan di  dalam hatinya bersemayam cahaya-cahaya hikmah sebelum hawa nafsu dan  maksiat mengeruhkan hati dan menyesatkannya dari jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Para  sahabat nabi benar-benar mengetahui pentingnya menghafal  Al-Qur’an dan  pengaruhnya yang nyata dalam diri anak. Mereka berusaha  semaksimal  mungkin untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anaknya  sebagai  pelaksanaan atas saran yang diberikan Rosulullah &lt;i&gt;shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, dalam hadits yang diriwayatkan dari Mush’ab bin  Sa’ad bin Abi Waqqash,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sebaik-baik kalian adalah orang yang  belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum   kita memberi tugas kepada anak-anak kita untuk menghafal Al-Qur’an,   maka terlebih dahulu kita harus menanamkan rasa cinta terhadap   Al-Qur’an. Sebab, menghafal Al-Qur’an tanpa disertai rasa cinta tidak   akan memberi faedah dan manfaat. Bahkan, mungkin jika kita memaksa anak   untuk menghafal Al-Qur’an tanpa menanamkan rasa cinta terlebih dahulu,   justru akan memberi dampak negatif bagi anak. Sedangkan mencintai   Al-Qur’an disertai menghafal akan dapat menumbuhkan perilaku, akhlak,   dan sifat mulia.&lt;br /&gt;Menanamkan rasa cinta anak terhadap Al-Qur’an  pertama kali harus dilakukan di dalam keluarga, yaitu dengan metode &lt;b&gt;keteladanan&lt;/b&gt;.   Karena itu, jika kita menginginkan anak mencintai Al-Qur’an, maka   jadikanlah keluarga kita sebagai suri teladan yang baik dengan cara   berinteraksi secara baik dengan Al-Qur’an. Hal tersebut bisa dilakukan   dengan cara memuliakan kesucian Al-Qur’an, misalnya memilih tempat   paling mulia dan paling tinggi untuk meletakkan mushaf Al-Qur’an, tidak   menaruh barang apapun di atasnya dan tidak meletakkannya di tempat yang   tidak layak, bahkan membawanya dengan penuh kehormatan dan rasa cinta,   sehingga hal tersebut akan merasuk ke dalam alam bawah sadarnya bahwa   mushaf Al-Qur’an adalah sesuatu yang agung, suci, mulia, dan harus   dihormati, dicintai, dan disucikan.&lt;br /&gt;Sering memperdengarkan   Al-Qur’an di rumah dengan suara merdu dan syahdu, tidak memperdengarkan   dengan suara keras agar tidak mengganggu pendengarannya. Memperlihatkan   pada anak kecintaan kita pada Al-Qur’an, misalnya dengan cara rutin   membacanya.&lt;br /&gt;Adapun metode-metode yang bisa digunakan anak  mencintai Al-Qur’an diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Bercerita kepada  anak dengan kisah-kisah yang diambil dari Al-Qur’an.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mempersiapkan   cerita untuk anak yang bisa menjadikannya mencintai Allah Ta’ala dan   Al-Qur’an Al-Karim, akan lebih bagus jika kisah-kisah itu diambil dari   Al-Qur’an secara langsung, seperti kisah tentang tentara gajah yang   menghancurkan Ka’bah, kisah perjalanan nabi Musa dan nabi Khidir, kisah   Qarun, kisah nabi Sulaiman bersama ratu Bilqis dan burung Hud-hud,  kisah  tentang Ashabul Kahfi, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Sebelum kita mulai  bercerita kita katakan pada anak, “Mari Sayangku, bersama-sama kita  dengarkan salah satu kisah Al-Qur’an.”&lt;br /&gt;Sehingga  rasa cinta anak  terhadap cerita-cerita itu dengan sendirinya akan  terikat dengan rasa  cintanya pada Al-Qur’an. Namun, dalam menyuguhkan  cerita pada anak  harus diperhatikan pemilihan waktu yang tepat,  pemilihan bahasa yang  cocok, dan kalimat yang terkesan, sehingga ia akan  memberi pengaruh  yang kuat pada jiwa dan akal anak.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Sabar dalam menghadapi  anak.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Misalnya  ketika anak belum bersedia menghafal pada usia  ini, maka kita harus  menangguhkannya sampai anak benar-benar siap.  Namun kita harus selalu  memperdengarkan bacaan Al-Qur’an kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.  Menggunakan metode pemberian penghargaan untuk memotivasi anak.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Misalnya   jika anak telah menyelesaikan satu surat kita ajak ia untuk   jalan-jalan/rekreasi, atau dengan menggunakan lembaran prestasi/piagam   penghargaan, sehingga anak akan semakin terdorong untuk mengahafal   Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Menggunakan semboyan untuk mengarahkan anak  mencintai Al-Qur’an&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya :&lt;br /&gt;Saya  mencintai Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Al-Qur’an Kalamullah.&lt;br /&gt;Allah mencintai  anak yang cinta Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Saya suka menghafal Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Atau   sebelum menyuruh anak memulai menghafal Al-Quran, kita katakan kepada   mereka, “Al-Qur’an adalah kitab Allah yang mulia, orang yang mau   menjaganya, maka Allah akan menjaga orang itu. Orang yang mau berpegang   teguh kepadanya, maka akan mendapat pertolongan dari Allah. Kitab ini   akan menjadikan hati seseorang baik dan berperilaku mulia.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5.  Menggunakan sarana menghafal yang inovatif.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hal ini  disesuaikan dengan kepribadian dan kecenderungan si anak (cara  belajarnya), misalnya :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bagi  anak yang dapat berkonsentrasi  dengan baik melalui pendengarannya,  dapat menggunakan sarana berupa  kaset, atau program penghafal Al-Qur’an  digital, agar anak bisa  mempergunakannya kapan saja, serta sering  memperdengarkan kepadanya  bacaan Al-Qur’an dengan lantunan yang merdu  dan indah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi anak yang peka terhadap sentuhan, memberikannya  Al-Qur’an yang  cantik dan terlihat indah saat di bawanya, sehingga ia  akan suka  membacanya, karena ia ditulis dalam lembaran-lembaran yang  indah dan  rapi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi anak yang dapat dimasuki melalui celah  visual, maka bisa  mengajarkannya melalui video, komputer, layer  proyektor, melalui papan  tulis, dan lain-lain yang menarik perhatiannya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Memilih waktu yang tepat untuk menghafal  Al-Qur’an.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Hal  ini sangat penting, karena kita tidak boleh  menganggap anak seperti  alat yang dapat dimainkan kapan saja, serta  melupakan kebutuhan anak itu  sendiri. Karena ketika kita terlalu  memaksa anak dan sering menekannya  dapat menimbulkan kebencian di hati  anak, disebabkan dia menanggung  kesulitan yang lebih besar. Oleh karena  itu, jika kita ingin menanamkan  rasa cinta terhadap Al-Qur’an di hati  anak, maka kita harus memilih  waktu yang tepat untuk menghafal dan  berinteraksi dengan Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun waktu yang  dimaksud bukan saat seperti di bawah ini:&lt;br /&gt;Setelah lama begadang,  dan baru tidur sebentar,&lt;br /&gt;Setelah melakukan aktivitas fisik yang  cukup berat,&lt;br /&gt;Setelah makan dan kenyang,&lt;br /&gt;Waktu yang  direncanakan anak untuk bermain,&lt;br /&gt;Ketika anak dalam kondisi  psikologi yang kurang baik,&lt;br /&gt;Ketika  terjadi hubungan tidak  harmonis anatara orangtua dan anak, supaya anak  tidak membenci  Al-Qur’an disebabkan perselisihan dengan orangtuanya.&lt;br /&gt;Kemudian   hal terakhir yang tidak kalah penting agar anak mencintai Al-Qur’an   adalah dengan membuat anak-anak kita mencintai kita, karena ketika kita   mencintai Al-Qur’an, maka anak-anak pun akan mencintai Al-Qur’an,  karena  mereka mengikuti orang yang dicintai. Adapun beberapa cara agar   anak-anak kita semakin mencintai kita antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Senantiasa   bergantung kepada Allah, selalu berdo’a kepada Allah untuk kebaikan   anak-anak. Dengan demikian Allah akan memberikan taufikNya dan akan   menyatukan hati kita dan anak-anak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bergaul dengan anak-anak  sesuai dengan jenjang umurnya, yaitu  sesuai dengan kaedah, “Perlakukan  manusia menurut kadar akalnya.”  Sehingga kita akan dengan mudah menembus  hati anak-anak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dalam memberi pengarahan dan nasehat, hendaknya  diterapkan metode  beragam supaya anak tidak merasa jemu saat diberi  pendidikan dan  pengajaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan sangsi kepada anak dengan  cara tidak memberikan bonus  atau menundanya sampai waktu yang ditentukan  adalah lebih baik daripada  memberikan sangsi berupa sesuatu yang  merendahkan diri anak. Tujuannya  tidak lain supaya anak bisa menghormati  dirinya sendiri sehingga  dengan mudah ia akan menghormati kita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memahami skill dan hobi yang dimiliki anak-anak, supaya kita dapat  memasukkan sesuatu pada anak dengan cara yang tepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berusaha  dengan sepenuh hati untuk bersahabat dengan anak-anak,  selanjutnya  memperlakukan mereka dengan bertolak pada dasar pendidikan,  bukan dengan  bertolak pada dasar bahwa kita lebih utama dari  anak-anak, mengingat  kita sudah memberi makan, minum, dan menyediakan  tempat tinggal. Hal ini  secara otomatis akan membuat mereka taat tanpa  pernah membantah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membereskan hal-hal yang dapat menghalangi kebahagiaan dan  ketenangan hubungan kita dengan anak-anak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengungkapkan rasa cinta kepada anak, baik baik dengan lisan maupun  perbuatan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Itulah  beberapa point cara untuk menumbuhkan rasa cinta anak  kepada Al-Qur’an.  Semoga kegiatan menghafal Al-Qur’an menjadi hal yang  menyenangkan bagi  anak-anak, sehingga kita akan mendapat hasil sesuai  yang kita harapkan.&lt;br /&gt;Diringkas dari &lt;i&gt;Agar Anak Mencintai  Al-Qur’an&lt;/i&gt;, Dr. Sa’ad Riyadh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-2891815370865952027?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/2891815370865952027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/08/mendidik-anak-dengan-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/2891815370865952027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/2891815370865952027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/08/mendidik-anak-dengan-al-quran.html' title='Mendidik Anak dengan Al-Qur&apos;an'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-3516723149739841058</id><published>2011-08-13T14:46:00.004+07:00</published><updated>2011-12-21T13:20:45.885+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Cukuplah Kematian Sebagai Peringatan</title><content type='html'>Ketika nafas mulai tersengal...&lt;br /&gt;Ketika nyawa sedang meregang...&lt;br /&gt;Ketika mata membelalak dan dahi berkeringat...&lt;br /&gt;Pintu  taubat telah tertutup. Engkau mulai memasuki gerbang kehidupan baru.  Sementara istri, anak dan keluarga serta kerabatmu menangis dan merintih  disisimu, engkau sedang dalam kesedihan yang mendalam, tidak ada  seorang pun yang mampu menyelamatkan dan menghindarkan dirimu dari  jemputan Malaikat Maut. Kini, engkau saksikan dan rasakan sendiri  peristiwa mengerikan itu, setelah sebelumnya engkau mereguk banyak  kenikmatan dan kesenangan tanpa kenal rasa syukur. Telah datang  ketentuan Allah kepadamu, lalu nyawamu diangkat ke langit. Setelah itu,  kebahagiaan atau kesengsaraankah yang akan &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;engkau dapat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وتجعلون  رزقكم أنكم تكذبون۝ فلولا إذا  بلغت الحلقوم۝ وأنتم حينئذ تنظرون۝ ونحن  أقرب إليه منكم ولكن لا تبصرون۝  فلولا إن كنتم غير مدينين۝ ترجعو نها إن  كنتم صدقين۝ فأما إن كان من  المقربين۝ فروح وريحان وجنت نعيم۝ وأما إن كان  من أصحب اليمين۝ فسلم لك من  أصحب اليمين۝ وأما إن كان من المكذ بين  الضالين۝ فنزل من حميم۝ وتصلية  جحيم۝ إن هذا لهو حق اليقين۝ فسبح باسم ربك  العظيم۝&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Kamu  (mengganti) rizki (yang Allah berikan) dengan  mendustakan (Allah). Maka  mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,  padahal kamu ketika itu  melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada  kamu. Tapi kamu tidak  melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai  (oleh Allah). Kamu tidak  mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika  kamu adalah  orang-orang yang benar, adapun jika dia (orang yang mati)  termasuk  orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh rizki  serta  surga kenikmatan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,  maka  keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan. Dan adapun jika   termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat, maka dia   mendapatkan hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam neraka.   Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.   Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar.”&lt;/i&gt;  (QS. Al-Waaqi’ah: 82-96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai jiwa-jiwa yang tertipu  dunia...&lt;br /&gt;Wahai hati yang keras membatu karena hawa nafsu...&lt;br /&gt;Wahai  manusia yang lalai dari ketaatan kepada Rabbnya...&lt;br /&gt;Sudahkah  engkau mempersiapkan bekal menuju perjalanan panjang dan berat  didepanmu?&lt;br /&gt;Sudahkah engkau mengetahui tempat seperti apa yang  kelak kau tinggali?&lt;br /&gt;Sudahkah engkau memikirkan semua itu...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,   cukuplah kematian menjadi peringatan untuk kita bahwa dunia hanyalah   kebahagiaan semu dan tak berarti apa-apa. Tidakkah engkau dengar sebuah   firman Rabbmu yang sanggup menggetarkan gunung,&lt;br /&gt;كل نفس ذا ئقة  الموت وإنما توفون أجوركم يوم القيـمة فمن زحزح عن النـار وأدخل الجنـة فقد  فاز وما الحيوة الد نيا إلا متع الغرور۝&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Tiap-tiap  yang  berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat  sajalah  disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari Neraka dan   dimasukkan ke dalam Surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan   dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”&lt;/i&gt; (QS.  ‘Ali Imran: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah  ayat tersebut mengusik hati  yang lama mati? Tidakkah ayat tersebut  membuat telinga yang tuli  menyimak kembali? Tidakkah ayat tersebut  menjadi cambuk diri?&lt;br /&gt;Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;لو تعلمون مل أعلم لضحكتم  قليلا ولبكيتم كثبرا&lt;br /&gt;“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku  ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”  (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,  sudahkah datang kepadamu  khabar kematianmu? Kapan waktumu? Dimana  tempatnya? Seperti apa  kondisimu kala itu? Demi Allah, engkau tidak tahu  dan engkau tidak akan  pernah tahu. Jadi kenapa kau tunda taubatmu? Kau  tunda perbaikan  dirimu? Kau tunda persiapan perbekalanmu? Apakah “nanti”  yang selalu  kau katakan untuk taubatmu berada pada jarak yang jauh  dengan ajalmu?  Apakah “nanti” itu yang kau temui lebih dulu ataukah  kematianmu yang  datang lebih dulu? Apakah ketika engkau sudah  benar-benar mengetahui  perih dan pedihnya sakaratul maut, baru engkau  akan meminta waktu  kepada Rabbmu untuk bertaubat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حتى إذا جاء أحدهم الموت  قال رب ارجعون۝ لعلى أعمل صلحا فيما تركت, كلا, إنها كلمة هو قا إلها۝&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“(Demikianlah   keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada   seseorang diantara mereka, dia berkata, ‘Yaa Rabbku kembalikanlah aku   (ke dunia) agar aku berbuat amal shalih terhadap yang telah aku   tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang   diucapkan saja.”&lt;/i&gt; (QS. Al-Mu’minun: 99-100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وليست  التو بة لـلذ ين بعملون السيئات حتى إذا حضر أحدهم الموت قال إنى تبت الئن۝&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dan   tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan   kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara   mereka, (barulah) dia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku bertaubat   sekarang.’”&lt;/i&gt; (QS. An-Nisaa’: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Seorang  penyair berkata,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mereka katupkan kelopak mataku –setelah  berputus asa-&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;lantas bergegas pergi membelikanku kafan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;salah  seorang kerabatku berdiri dengan tergesa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;pergi ke tukang  memandikan mayat agar datang memandikanku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;salah seorang  mendatangiku lalu melucuti semua pakaianku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;dan  menelanjangiku sendirian&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;mengucurkan air dari atas kepalaku  dan memandikanku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;tiga kali seraya meminta kafan kepada  keluargaku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;dan mereka mengenakanku baju tanpa lengan dan  tanpa jahitan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;hanya kamper sebagai bekalku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;mereka  meletakkanku di dekat mihrab lalu mundur di belakang imam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;menshalatiku  lalu melepasku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;mereka menshalati jasadku dengan shalat  tanpa ruku’ dan sujud&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Semoga Allah merahmatiku...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di   hari kematianmu, keluarga dan kerabat mengangkat jasadmu di atas   pundak, setelah sebelumnya engkau menjadi orang yang mengangkat jasad   orang lain. Kala itu, apakah jasadmu ingin supaya mereka mempercepat   langkahnya, atau malah jasadmu bingung –hendak dibawa kemana jasadmu   itu?&lt;br /&gt;Kemudian, mereka memasukkanmu kedalam lubang sempit dan gelap   setinggi dua meter oleh orang-orang yang paling engkau cintai dan   keluarga yang paling dekat denganmu. Mereka menutupimu dengan papan   sehingga menghalangi cahaya matahari yang hendak masuk ke dalam liang   lahatmu. Lalu, mereka menimbun jasadmu dengan tanah sampai tertutupi   kuburanmu. Salah seorang dari mereka berkata, &lt;i&gt;“Mintakanlah ampun  untuk saudaramu, dan mintakanlah ketetapan iman untuknya, karena  sesungguhnya sekarang ia sedang ditanya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Tidak  berapa lama,  mereka semua pergi meninggalkan tubuh dingin dan kaku yang  dulunya  adalah dirimu yang rupawan. Mereka meninggalkanmu dalam gelap  dan  dingin. Di sekelilingmu hanyalah tanah dan tanah. Lalu  dikembalikanlah  ruhmu kepada jasadmu, dan datanglah dua malaikat yang  biru  kehitam-hitaman untuk bertanya, &lt;i&gt;&lt;b&gt;“Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa  Nabimu?”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; Dengan apakah engkau akan menjawabnya..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika   ketika engkau mati, engkau telah bertaubat dan beriman, maka Allah  akan  meneguhkan jawabanmu, dan engkau bisa mengambil hadiahmu berupa   kebahagiaan di akhirat kelak, seperti disebutkan dalam firman-Nya,&lt;br /&gt;يثبت  الله الذ ين ءامنوا بالقول الثابت فى الحيوة الدنيا وفى الأخـرة ويضـل  الله الظـلمين ويفعل الله ما يشاء۝&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Allah  meneguhkan (iman)  orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu  dalam kehidupan  di dunia dan akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang  yang zhalim dan  memperbuat apa yang dikehendaki-Nya.”&lt;/i&gt; (QS. Ibrahim: 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,   bagaimana jika ketika engkau meninggal, engkau belum sempat bertaubat?   Engkau tidak akan tahu jawaban atas pertanyaan itu. Engkau hanya akan   berkata, &lt;i&gt;“Hah... hah... aku tidak tahu!”&lt;/i&gt; Kemudian terdengarlah  seruan, &lt;i&gt;“Bohong! Baringkan ia di Neraka, dan bukakan pintu Neraka  untuknya!”&lt;/i&gt;  Maka engkau akan merasakan panasnya Neraka, kuburanmu  akan menghimpit  dan meremukkan seluruh tulang belulangmu. Kemudian  datanglah kepadamu  seseorang yang berwajah amat buruk, berbau busuk dan  berbaju lusuh, ia  berkata, &lt;i&gt;“Aku datang kepadamu membawa berita  buruk. Inilah hari yang dijanjikan kepadamu.”&lt;/i&gt; Maka bertanyalah  dirimu tentang dirinya, maka dia menjawab, &lt;i&gt;“Aku adalah amal burukmu.”&lt;/i&gt;   Kemudian menjadilah dirimu buta, bisu dan tuli, dan tanganmu memegang   sebatang besi yang apabila sebuah gunung dipukul dengan besi tersebut   maka hancurlah dia hingga menjadi debu. Begitupula dirimu, ketika palu   besi itu mengenai dirimu maka rasa sakit yang tiada tertahankan akan   membuatmu menjerit hingga lengkingannya terdengar oleh seluruh makhluk,   kecuali jin dan manusia. Dan tidak ada yang engkau harapkan setelah  itu,  melainkan agar Allah tidak menyegerakan Hari Perhitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai   calon penghuni kubur, apa yang membuatmu terpedaya oleh dunia?  Tidakkah  engkau mengetahui bahwa akan tiba waktunya engkau meninggalkan  dunia  yang engkau cintai ini atau dunia yang akan meninggalkanmu? Mana  hartamu  yang berlimpah dan rumahmu yang mewah? Mana pakaian-pakaian  mahal dan  indah yang selalu engkau kenakan itu? Mana keluarga dan  kerabat yang  selalu engkau bela itu? Mana dirimu yang rupawan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika   engkau telah menghuni liang lahat, maka itulah rumahmu. Kafan yang   berharga murah dan tidak bermerk, itulah pakaianmu. Aroma kamper adalah   wewangianmu. Ulat dan cacing menjadi temanmu. Bayangkan jasadmu setelah   terkubur selama tiga hari, seminggu, sebulan. Kala itu, tubuhmu telah   menjadi penganan lezat bagi cacing dan ulat –teman-temanmu-, kafanmu   terkoyak, mereka masuk ke dalam tulangmu, memutus anggota tubuhmu,   merobek sendi-sendimu, melelehkan biji matamu... Itulah kesudahanmu,   kesudahan makhluk-makhluk bernyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian saudaraku,   cukuplah kematian menjadi peringatan dan nasihat. Cukuplah kematian   menjadikan hati bersedih, menjadikan mata menangis, menjadi ajang   perpisahan dengan orang-orang yang dicintai dan menjadi pemutus segala   kenikmatan dunia.&lt;br /&gt;Wahai saudaraku... setiap hela nafasmu menjadi   langkah maju menuju kematian. Maka janganlah menunggu ‘nanti’ untuk   bertaubat, tapi bersegeralah, karena engkau tidak pernah tahu sudah   sedekat apa kematian itu dengan dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yaa  Rabbi, janganlah Engkau mengadzabku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya aku  mengakui dosa-dosaku selama ini&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berapa kali aku berbuat  kesalahan di dunia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Namun Engkau tetap memberiku karunia dan  kenikmatan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika aku ingat penyesalanku atas segala  kesalahan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kugigit jariku dan kegeretakkan gigiku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tiada  alasan bagiku kecuali tinggal harapan dan husnuzhanku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan  ampunan-Mu jika Engkau mengampuniku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Manusia mengira aku  orang baik-baik&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Padahal aku benar-benar manusia terburuk  bila tidak Engkau ampuni&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Syaikh Abdul Muhsin bin  Abdur Rahman dalam &lt;i&gt;Fasatadzkuruna Maa Aquulu Lakum Waqofat Liman  Aroda an-Najah&lt;/i&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-3516723149739841058?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/3516723149739841058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/08/cukuplah-kematian-sebagai-peringatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/3516723149739841058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/3516723149739841058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/08/cukuplah-kematian-sebagai-peringatan.html' title='Cukuplah Kematian Sebagai Peringatan'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-6370901092219849446</id><published>2011-08-13T14:45:00.001+07:00</published><updated>2011-12-21T13:39:02.510+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>5 Perkara Termasuk berbakti kepada orang tua setelah Meninggal</title><content type='html'>Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh  Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bagaimana caranya berbakti  kepada kedua orang tua ? Dan apakah boleh ibadah umrah (mengumrahkan)  untuk salah seorang mereka walaupun pernah melaksanakannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berbakti  kepada kedua orang tua adalah berbuat baik kepada mereka  dengan harta,  wibawa (kedudukan) dan bantuan fisik. Ini hukumnya wajib.  Sedangkan  durhaka kepada kedua orang tua termasuk perbuatan yang  berdosa besar,  yaitu tidak memenuhi hak-hak mereka. Berbuat baik kepada  mereka semasa  hidup, sudah maklum, sebagaimana kami sebutkan tadi,  yaitu dengna harta,  wibawa (kedudukan) dan bantuan fisik. Adapun  setelah meninggal, maka  cara berbaktinya adalah dengan mendo’akan dan  memohonkan ampunan bagi  mereka, melaksanakan wasiat mereka, menghormati  teman-teman mereka dan  memelihara hubungan kekerabatan yang ada tidak  akan punya hubungan  kekerabatan dengan mereka tanpa keduanya. Itulah  lima perkara yang  merupakan bakti kepada kedua orang tua setelah mereka  meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersedekah  atas nama keduanya  hukumnya boleh. Tapi tidak harus, misalnya dengan  mengatakan kepada  sang anak, “Bersedekahlah”. Namun yang lebih tepat,  “Jika engkau  bersedekah, maka itu boleh”. Jika tidak bersedekah, maka  mendo’akan  mereka adalah lebih utama, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu  ‘alaihi  wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Jika seorang manusia  meninggal,  terputuslah semua amalnya kecuali tiga, shadaqah jariyah,  atau ilmu  yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendo’akannya” [Hadits  Riwayat  Muslim dalam Al-Washiyah (1631)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu   ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa do’a itu bersetatus memperbaharui   amal. Ini merupakan dalil bahwa mendo’akan kedua orang tua setelah   meninggal adalah lebih utama daripada ibadah umrah (mengumrahkan)   mereka, membacakan Al-Qur’an untuk mereka dan shalat untuk mereka,   karena tidak mungkin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggantikan   yang utama dengan yang tidak utama, bahkan tentunya beliau pasti   menjelaskan yang lebih utama dan menerangkan bolehnya yang tidak utama.   Dalam hadits tadi beliau menjelaskan yang lebih utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun   tentang bolehnya yang tidak utama, disebutkan dalam hadits Sa’d bin   Ubaidillah, yaitu saat ia meminta izin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi   wa sallam untuk bersedekah atas nama ibunya, lalu beliau mengizinkan[1].   Juga seorang laki-laki yang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa   sallam, “Wahai Rasulullah, ibuku meninggal tiba-tiba, dan aku lihat,   seandainya ia sampai berbicara, tentu ia akan bersedekah. Bolehkah aku   besedekah atas namanya ?” Beliau menjawab, “Boleh”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang   jelas, saya sarankan kepada anda untuk banyak-banyak mendo’akan mereka   sebagai pengganti pelaksanaan umrah, sedekah dan sebagainya, karena  hal  itulah yang ditujukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Kendati  demikian, kami tidak mengingkari bolehnya bersedekah, umrah,  shalat atau  membaca Al-Qur’an atas nama mereka atau salah satunya.  Adapun bila  mereka memang belum pernah melaksanakan umrah atau haji,  ada yang  mengatakan bahwa melaksanakan kewajiban atas nama keduanya  adalah lebih  utama daripada mendo’akan. Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kitab  Ad-Da’wah (5), Syaikh Ibnu Utsaimin 2/148-149]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin   dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min   Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-3,   Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerjemah Amir Hamzah, Penerbit Darul Haq]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote  Note&lt;br /&gt;[1]. Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Washaya (2760)&lt;br /&gt;[2].  Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Janaiz (1388), Muslim dalam  Al-Washiyah (1004)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-6370901092219849446?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/6370901092219849446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/08/5-perkara-termasuk-berbakti-kepada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/6370901092219849446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/6370901092219849446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/08/5-perkara-termasuk-berbakti-kepada.html' title='5 Perkara Termasuk berbakti kepada orang tua setelah Meninggal'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-1644300543112481175</id><published>2011-07-31T23:42:00.003+07:00</published><updated>2011-12-21T14:18:13.407+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>SUMBER KESOMBONGAN</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sombong---sebagaimana didefinisikan Rasulullah SAW---adalah "melecehkan orang lain dan menolak kebenaran" (HR Muslim dan Tirmidzi). Bila penyakit ini telah mewabah dan menjangkit manusia, maka tidak ada lagi penghormatan dan sopan santun, kebenaran menjadi barang mainan. Lebih jauh, penyakit ini akan memunculkan sikap kezaliman, kemarahan, terorisme, permusuhan dan pelanggaran hak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketahuilah bahwa tidak akan bersombong kecuali  orang yang menganggap dirinya besar dan tidak akan menganggap dirinya  besar kecuali orang yang meyakini memiliki sifat kesempurnaan. Di antara  sumber kesombongan adalah sebagai berikut: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pertama: NASAB KETURUNAN. Orang yang punya nasab keturunan  yang tinggi menganggap hinaorang yang tidak memiliki nasab tersebut,  sekalipun ia lebih tinggi ilmu dan amalnya. Kadang sebagian mereka  menyombongkan diri lalu menganggap orang lain sebagai pengikut dan  budaknya, sehingga ia enggan bergaul dan duduk bersama mereka.  Rasulullah bersabda "Hendaklah orang meninggalkan kebanggan terhadap  nenek moyang mereka yang telah menjadi batu bara di neraka."(HR. Abu  Daud) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kedua:  HARTA KEKAYAAN. Hal ini biasanya terjadi dikalangan para raja, pemimpin,  para konglomerat, pengusaha, tuan tanah, dan para pejabat negara serta  keluarga mereka. Mereka membanggakan kedudukan dan hartanya sehingga  merendahkan dan melecehkan orang lain. Orang-orang semacam ini bila  tidak bertaubat akan berakhir seperti Qorun yang ditelan bumi karena  kesombongan terhadap hartanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketiga: ILMU PENGETAHUAN. Demikian cepatnya kesombongan  menjangkiti para ulama (kaum intelektual) sehingga seorang berilmu  pengetahuan mudah merasa tinggi dengan ilmu pengetahuannya. Ia merasa  paling mulia diantara manusia. Ia memandang dirinya lebih tinggi dan  lebih mulia disisi Allah ketimbang yang lainnya. Hal demikian bisa  terjadi karena ilmu yang didapat lebih berorientasi pada duniawi semata,  tanpa dilandasi keikhlasan dan pensucian jiwa dalam menuntutnya. Sebab  ilmu yang didapat dengan ikhlas karena Allah dan hati yang jujur akan  melahirkan sikap tawadhu' dan rasa takut kepada Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Keempat: AMAL dan IBADAH. Orang-orang yang zuhud dan para ahli  ibadah tidak terlepas pula dari nistanya kesombongan, kepongahan dan  tindakan melecehkan orang lain. Dengan amal dan ibadahnya ia merasa  yakin akan selamat, sementara orang lain akan binasa. Sabda Rasulullah  SAW "Cukuplah seseorang dinilai telah berbuat kejahatan bila ia  merendahkan saudaranya sesama muslim" (HR. Muslim) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kelima: KECANTIKAN/KETAMPANAN. Kecantikan atau ketampanan  seseorang bisa meyebabkan dirinya sombong dengan cara merendahkan dan  menyebut-nyebut keburukan rupa orang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan definisi yang disebutkan oleh Rasulullah SAW itu,  tentulah banyak keburukan yang terdapat di dalam sifat sombong  (takabbur), sehingga wajar jika kemudian kesombongan menjadi penghalang  masuk surga, sebagaimana dalam hadits shahih Baginda Rasul bersabda: "  Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan  sebesar dzarrah ". Hal itu disebabkan karena kesombongan menghalangi  hamba dari semua akhlaq yang seharusnya disandang oleh orang mu'min,  sedangkan akhlaq-akhlaq itu adalah pintu surga, dan kesombongan penutup  pintu-pintunya. Sebab, seseorang tidak bisa mencintai kaum mu'minin  sebagaimana ia mencinta diri sendiri bila di dalam hatinya masih ada  kesombongan, begitu juga dengan perbuatan-perbuatan lainnya yang  muaranya adalah karena adanya kesombongan dalam hatinya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-1644300543112481175?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/1644300543112481175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/07/sumber-kesombongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/1644300543112481175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/1644300543112481175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/07/sumber-kesombongan.html' title='SUMBER KESOMBONGAN'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-5653799737153953791</id><published>2011-07-31T23:36:00.004+07:00</published><updated>2011-12-21T14:20:31.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Risalah Tersenyum</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Banyak pemikir yang berpendapat bahwa senyum dan tawa adalah salah satu sebab yang paling kuat yang mendorong manusia agar lebih efektif dan produktif. Oleh karena itu, mereka memberi nasihat bahwa agar semua orang, sesuai dengan posisinya dalam kehidupan ini, jika ingin hidup tenang, rileks dan berbahagia agar ia selalu penuh dengan humor, sering tersenyum dan tertawa. Hal ini pada gilirannya akan menciptakan nuansa kejernihan, kebersihan, menghilangkan kesedihan, rasa bosan, dan khawatir terhadap kehidupan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rasulullah adalah orang yang paling banyak  tersenyum dan tertawa di hadapan para sahabat beliau. Bahkan beliau  menjadikan senyum sebagai ibadah, seperti sabda beliau, “Senyummu di  depan saudaramu adalah sedekah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jarir bin Abdullah Al Bujali Radhiyallahu  ‘Anhu berkata, “Setiap kali saya menjumpai Rasulullah Shallallahu  ‘alaihi Wa Sallam kecuali beliau selalu tersenyum.” (HR. Bukhari)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam riwayat Jabir yang lain, “…kecuali beliau tertawa.”  (HR. Bukhari)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Abdullah  bin Al Harits Al Zabidi Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Tidak pernah aku  melihat seseorang yang paling banyak tersenyum selain Rasulullah.” (HR.  Ahmad)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari  Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Bahwa Rasulullah adalah  orang yang paling indah tertawanya.” (HR. Ahmad)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam riwayat lain ia mengatakan bahwa, “Rasulullah adalah  yang paling murah senyumnya.” (HR. Ahmad)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Senyum dan tertawa yang tidak berlebihan  merupakan penawar rasa stres, melapangkan hati dan mengantarkan  seseorang kepada keceriaan. Tetapi jangan salah, tertawa berlebihan  dapat mematikan hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seperti diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu,  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, “Janganlah engkau  memperbanyak tertawa, karena banyak tertawa itu dapat mematikan hati.”  (HR. Bukhari)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hal ini menandakan bahwa tertawa kecil sesekali  diperbolehkan, namun banyak tertawa dan bahkan mengumbar tawa berlebihan  maka hukumya makruh, dan tidak dibenarkan karena akan mengurangi  kewibawaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Islam membolehkan tertawa dengan persyaratan tertentu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menggunakan kata-kata yang baik, Allah  berfirman: “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat  perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan  cabangnya (menjulang) ke langit, Pohon itu memberikan buahnya pada.  Setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat  perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.  Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah  dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap  (tegak) sedikitpun. (Ibrahim:24-26)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda:  “Sesungguhnya seorang hamba tidak berbicara dengan suatu kalimat yang  diridhai Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya dan sesungguhnya  seorang hamba tidak berbicara dengan suatu kalimat yang dimurkai Allah  kecuali akan diturunkan derajatnya di neraka jahannam.” (HR. Bukhari)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak mengandung penghinaan, seperti yang  disebutkan dalam Al Quran Surat Al Hujurat ayat 11.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda:  “Sesungguhnya ada di antara orang yang berani berkata-kata dengan  perkataan yang dianggap sepele, karena sekadar ingin mengundang tawa  sekelompokorang, padahal ia jatuh tergelincir karenanya sangat jauh  melebihi jauhnya langit.” (HR. Ahmad)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak berbohong, Rasulullah Shallallahu  ‘alaihi Wa Sallam bersabda: ”Tidaklah sempurna keimanan seseorang hamba  hingga ia meninggalkan perbuatan dusta ketika bersenda gurau dan  bersikap sombong meskipun ia benar.” (HR. Ahmad) dan “Saya pun bercanda.  Tapi aku tidak mengatakan sesuatu kecuali kebenaran.” (HR. Thabrani)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak berlebihan dan lupa waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sumber Bacaan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ibtasim, Tersenyumlah, Aidh bin Abdullah Al Qarni, Al Qalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saat-saat Rasulullah dan Sahabat Tertawa, Majdi Muhammad  asy-Syahawi, Pustaka Azzam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #cccccc; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tertawa itu Sehat, Kumpulan Humor Segar Penuh Hikmah, Ridho  Madbuli, Pustaka At Tazkia.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-5653799737153953791?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/5653799737153953791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/07/risalah-tersenyum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/5653799737153953791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/5653799737153953791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/07/risalah-tersenyum.html' title='Risalah Tersenyum'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-3657422602962659148</id><published>2011-07-31T23:30:00.003+07:00</published><updated>2011-12-21T14:22:10.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Tunjukkan Padaku Jika Kau Selalu Mencintaiku</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Author: Abu Aufa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Mengungkapkan cinta? Wuih... buat sebagian orang, mungkin itu hal yang biasa, bahkan teramat biasa. Sana-sini tebar pesona, bagai Ramli si Raja Chatting atau Arjuna si Pencari Cinta. Emang, dahsyatnya ungkapan cinta kepada seseorang, jangankan ke gurun atau ke kutub, luasnya laut siapa takut. Setia menemani sang kekasih dalam samudra cinta, walaupun rakit hanya terbuat dari gedebong pisang yang diikat daun ilalang. Kayuhan tangan pecinta berlayarkan secarik hati yang telah menyatu, yakin menggapai cinta-Nya hingga ujung waktu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Cinta... &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;selalu mengharu-biru perasaan manusia.  Cinta kadang tersaji dalam hidangan alunan nada menye-menye melankolik,  namun cinta juga bagaikan mutiara yang dapat menjanjikan keamanan,  ketentraman dan kedamaian. Duahsyaat nian!!! Karena itu, Syaikh Yusuf  Al-Qardhawiy pun pernah menganalogikan cinta ibarat quwwah  maghnathisiyyah (kekuatan gaya grafitasi), apabila kekuatan gaya  grafitasi dapat menahan bumi dan bintang-bintang dari saling  bertumbukan, maka cintalah yang menjadi kekuatan penahan dari terjadinya  benturan antar manusia yang menyebabkan terjadinya kehancuran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Menunjukkan cinta kita kepada yang  dicintai, sangatlah dianjurkan dalam Islam. Dalam suatu riwayat,  Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam mengajarkan kepada kita untuk  menunjukkan cinta secara zahir. Suatu ketika Abdullah bin Sarjas  radhiyallahu'anhu berkata kepada beliau, "Aku mencintai Abu Dzar." Tanya  Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam, "Apa sudah kau kabarkan  kepadanya?" "Belum," lalu Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam  memerintahkan agar ia memberitahukan kecintaannya itu kepada Abu Dzar.  "Wahai Abu Dzar, aku mencintaimu karena Allah Subhanahu wa Ta'ala," ucap  Abdullah. "Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mencintaimu, yang engkau  cintai aku karena-Nya," balas Abu Dzar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam  lalu bersabda, "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberi  pahala bagi siapa yang mengatakan perkataan itu." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Subhanallah... begitu besar imbalan yang  diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada seseorang yang selalu  menunjukkan cinta kepada saudaranya. Apalagi dengan membiasakan  mendoakan saudaranya dari jauh, mengucapkan salam, berjabat tangan bila  berjumpa, saling memberi hadiah, menziarahi bahkan dengan hanya seulas  senyum termanis yang dimilikinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Kalo gitu sah-sah aja dong, mengatakan  "Aku cinta padamu duhai ukhti," kepada akhwat atau sebaliknya, 'Akhi,  aku mencintaimu," idih... ini sih emang maunya! Gedubrak!!! Sah-sah aja  sih, namun menurut Ustadz Bukhori Yusuf Lc, MA bisakah hati ini tulus  menyatakan cinta itu hanya semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta'ala?  Menurut beliau lagi, seluruh sisi wanita adalah daya tarik bagi  laki-laki, wuih...., karena itu dalam pandangan syar'i hal ini dapat  menjadi suatu problema, dan belum pernah ditemukan dalam khazanah  Salafus Shalih radhiallahuanhum. Wilayah sensitif banget nih, amannya  sih emang gak perlu dinyatakan kecuali kalo udah suami istri, ehm... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Cinta sejati emang hanyalah pantas  ditunjukkan pada Sang Pemilik Cinta, hinggalah jiwa-jiwa ini bersinar  dengan cahaya iman yang mengaliri denyut nadi dan butiran darah untuk  mematuhi gerak titah-Nya. Merekalah yang dengan cinta-Nya akan  memancarkan nuruhum yas'a baina aidihim wa bi aimanihim (cahaya yang  memancar di depan dan kanan mereka) hingga tercipta keindahan akhlak  adzilatin 'alal mukminina a'izatin 'alal kafirin (lemah lembut kepada  orang mu'min dan bersikap keras terhadap orang kafir). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Ya akhi wa ukhti fillah, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Tunjukkan selalu cintamu pada saudaramu,  berikan senyum terindah, jabat erat tangannya, peluk dengan penuh cinta  bagaikan cintanya seorang ibunda kepada ananda serta katakan, "Inniy  uhibbuka fillahi ta'ala, aku mencintaimu karena Allah Subhanahu wa  Ta'ala," dan balas cinta saudaramu dengan senyum bahagia, jabatan tangan  yang tak kalah erat, raih pelukannya seraya mengatakan, "Uhibbukal  ladzi ahbabtani lahuu, aku mencintaimu sebagaimana engkau mencintaiku  karena-Nya." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;*Segarnya tetesan embun pagi / Biaskan  indahnya sinar mentari &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Angin yang semilir sejukkan hari /  Gambarkan kuasa Illahi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Kuikuti jalannya hari / Kini kucoba tuk  fahami dunia &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Betapa mempesonanya alam / Terkuak misteri  kehidupan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Andai semua seindah bintang / Menepis  kegelapan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Menabur kasih antara kita / Terbingkai  keihklasan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Warnai persaudaraan Islam &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Bila malam telah menjelang / Kupandangi  bintang kian benderang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Kurangkai sebait doa pada-Mu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;Tunjukilah kami, luruskanlah kami dalam  mengarungi kehidupan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;(Notes:  Dikutip dari lirik nasyid Nuansa Kehidupan-Nuansa) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;Wallahua'lam  bi showab. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 10pt;"&gt;*IKATLAH ILMU DENGAN  MENULISKANNYA* &amp;nbsp;Al-Hubb Fillah wa Lillah, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-3657422602962659148?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/3657422602962659148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/07/tunjukkan-padaku-jika-kau-selalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/3657422602962659148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/3657422602962659148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/07/tunjukkan-padaku-jika-kau-selalu.html' title='Tunjukkan Padaku Jika Kau Selalu Mencintaiku'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-5429003036202578837</id><published>2011-07-31T23:28:00.002+07:00</published><updated>2011-12-21T14:25:02.624+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Saudaraku, Tahanlah Amarahmu</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Written by Abu Harun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saudaraku, betapa sering kita mendengar atau membaca berita-berita kriminalitas. Begitu banyaknya yang terjadi setiap hari, memenuhi berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Jika dicermati, masalahnya sebenarnya hanya sepele. Hanya saja, banyak dari mereka yang kemudian tidak mampu menahan amarahnya karena hal sepele tadi. Sehingga terjadilah hal-hal yang mestinya tidak perlu terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pernah dalam salah satu media diulas, bagaimana seorang tetangga dibacok hanya karena permasalahan dapur yang dipakai bersama. Salah seorang istri tersinggung perasaannya karena dikatakan jorok oleh istri tetangganya, sehingga membangkitkan amarah sang suami. Akhirnya terjadi ribut-ribut antar suami dan berakhir dengan pembacokan, wal iyadzu billah. Hal-hal seperti itu mestinya bisa diselesaikan secara baik-baik bukan? Bahkan tetangga mempunyai kedudukan dalam Islam. Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;''Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah memuliakan tetangganya.'' (Muttafaqun Alaih)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saudaraku, amarah kini telah menjadi hal yang biasa dan lumrah. Kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di negeri kita juga dipicu oleh kemarahan yang tidak bisa dikendalikan. Maka marilah kita mencoba untuk menahan setiap emosi dan amarah yang akan meluap, karena tidaklah kemarahan kecuali akan membuat kita rugi dan menyesal. Bukankah kita terkadang merasa begitu menyesal setelah melampiaskan rasa marah baik dengan ucapan maupun perbuatan? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Rasulullah shalallahu alaihi wa salam memberi nasehat tentang rasa marah ini. Diceritakan oleh Abu Hurairah dalam hadits Imam Al Bukhari, bahwa ada seorang laki-laki yang berkata kepada Nabi shalallahu alaihi wa salam: ''Berilah wasiat kepadaku.'' Sabda Nabi: ''Janganlah engkau marah.'' Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau: ''Janganlah engkau marah.'' &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pengarang kitab Al-Ifshah berkata: ''Boleh jadi Nabi shalallahu alaihi wa salam mengetahui laki-laki tersebut sering marah, sehingga nasihat ini ditujukan khusus kepadanya. Nabi shalallahu alaihi wa salam memuji orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya ketika marah.'' Sabda beliau:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;''Bukanlah dikatakan orang kuat karena dapat membanting lawannya, tetapi orang yang kuat ialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya di waktu marah.'' (HR. Bukhari, no. 5648)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Allah juga memuji orang yang dapat mengendalikan nafsunya ketika marah dan mudah memberi maaf kepada orang lain. Diriwayatkan dari Nabi shalallahu alaihi wa salam bahwa beliau bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;''Barang siapa menahan marahnya padahal ia sanggup untuk melampiaskannya, maka kelak Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan segala makhluk, sehingga ia diberi hak memilih bidadari yang disukainya.''&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam hadits lain disebutkan: ''Marah itu dari setan'' (HR. Abu Dawud, no. 4152)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Oleh karena itu, orang yang marah menyimpang dari keadaan normal, berkata yang bathil, berbuat yang tercela, menginginkan kedengkian, perseteruan, dan perbuatan-perbuatan tercela. Semua itu adalah akibat dari rasa marah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saudaraku, marilah kita menyimak resep nabawi dalam menahan rasa marah ini. Nabi bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;''Sungguh aku mengetahui satu kalimat yang bila diucapkan maka hilanglah marahnya, yaitu: 'A'udzu billaahi minasy syaithaanir rajiim'.'' (HR. Tirmidzi no 3374)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Demikianlah, karena sesungguhnya setanlah yang mendorong marah. Setiap orang yang menginginkan hal-hal yang terpuji, setan selalu membelokannya dan menjauhkannya dari keridhaan Allah, maka mengucapkan 'a'udzu billaahi minasy syaithaanir rajiim' merupakan senjata yang paling kuat untuk menolak tipu daya setan ini. Semoga bermanfaat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-5429003036202578837?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/5429003036202578837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/07/saudaraku-tahanlah-amarahmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/5429003036202578837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/5429003036202578837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/07/saudaraku-tahanlah-amarahmu.html' title='Saudaraku, Tahanlah Amarahmu'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-6747747791231616087</id><published>2011-07-31T23:24:00.005+07:00</published><updated>2011-12-21T14:43:50.619+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Memaknai Keletihan</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;[gubahan dari sebuah artikel di majalah Al-Izzah dengan judul yang sama]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Bahkan dalam letihpun para da’i tetap tersenyum, karena apa yang kita tunaikan menjadi jaminan bermaknanya usia dan bermafaatnya kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seorang pemuda, sama seperti pemuda lainnya, memiliki beragam aktivitas. Kuliah, berorganisasi, bahkan juga berwiraswasta. Dan pemuda ini juga berusaha aktif dalam putaran dakwah. Setiap hari berputar dalam, arus kehidupan. Memanjat dinding hari, menapaki jam demi jam. Prinsip hidupnya sederhana, sebanyak mungkin menoreh manfaat dalam lembar waktu kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Terkadang aktifitas menuntut saling meminta prioritas. Ber-SKS kita habiskan untuk mengurusi masalah dan kegiatan lembaga, meng-handle acara-acara, mengkonsep kegiatan, merumuskan kebijakan strategis, dan lainnya. Butuh banyak SKS pula tentunya untuk memenuhi amanah akademis kita, ber-SKS pula untuk interaksi muamalah kita di luar kampus yang sering kita lupakan. Sebuah potret kecil dan sederhana pada sebagian diantara kita belakangan ini. Saat sebagian manusia asyik bercengkerama dengan sesama temannya pada suatu malam di kamar kos-kosan, kita masih berada pada majelis-majelis syura, membahas agenda yang tak jarang menjadi irisan kehidupan dan kepentingan yang kita miliki. Kondisi ini, pada satu sisi adalah sebuah kebahagiaan dan kenikmatan, tapi di sisi yang lain bersifat ancaman, kemampuan kita untuk tetap menjaga intensitas maknawi dan kesehatan ruhiyah, akan sangat menentukan stamina kita dalam peran hidup seperti ini. Jika terdapat sedikit kelemahan dalam menjaga keutuhan orientasi aktivitas tersebut maka besar kemungkinan hasilnya akan fatal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Adalah manusiawi mengharapkan komitmen dan kerjasama ikhwah kita yang lain. Adalah wajar jika kita menuntut hal-hal yang memudahkan pekerjaan berat itu disempurnakan. Akan tetapi sering kita temui di lapangan adalah sebaliknya. Amal jama’I yang buruk, celetukan dan komentar yang melemahkan, ukhuwah yang kering, dan dikotomis kerja karena perbedaan wilayah yang kental. Pada konteks inilah kita dituntut untuk memaknai keletihan, menjaga orientasi perjuangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kerja kita adalah kerja untuk memenangkan dakwah ini. Tentu saja kita menyadari bahwa kerja keras dakwah selama ini sering terhalau oleh kebijakan dan kelemahan para pemegang amanah. Karena itulah dakwah harus merambah pada pusat-pusat amanah berada. Kalau untuk itu kita harus mengusung satu nama lain yang bukan diri kita, maka itulah tebusan yang harus terjadi. Karena kita yakin dengan itulah amanah dakwah bisa dimenangkan. Jangan sampai kekecewaan kita terhadap ikhwah yang ditetapkan sebagai pemegang amanah kekuasaan, membuat pergerakan dakwah kita menjadi melemah. Bahkan sekiranya ikhwah yang diamanahi tersebut gagal dalam komitmennya, faktor evaluasi kita tetap pada kepentingan dakwah. Sehingga senyum kita tidak berubah, semangat kita tidak melemah, dan kinerja kita tidak berkurang sedikitpun. Sebab jelas kerja keras yang kita lakukan adalah untuk Allah dan kemenangan umat Islam. Wallahu a’lam bishawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-6747747791231616087?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/6747747791231616087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/07/memaknai-keletihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/6747747791231616087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/6747747791231616087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/07/memaknai-keletihan.html' title='Memaknai Keletihan'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-5523701952987494718</id><published>2011-07-31T23:21:00.001+07:00</published><updated>2011-12-21T13:55:13.906+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>MALAM YANG “ROMANTIS”</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Kami tujukan kepada: Insan yang tersia-sia malamnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Wahai orang-orang yang terpejam matanya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasianya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Namun kami tak perlu bersusah payah, sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Wahai orang-orang yang terlelap,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Sungguh nikmat malam-malammu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya yang tersembunyi di baliknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Bermesraan dengan bantal dan gulingmu, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Aduhai kau sangat menikmatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Wahai orang-orang yang terlena,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu!! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Yang setiap malam terpejam matanya, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;yang terlelap pulas tak terkira. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Kami tidak seperti dirimu !! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Kami adalah para perindu kamar di surga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Tak pernahkah kau dengar Sang Insan Kamil, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Sesungguhnya di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;manusia terlelap dalam tidur malam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;" Sudahkah kau dengar tadi ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Ya, sebuah kamar yang menakjubkan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Untuk kami dan orang-orang yang mendirikan sholat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Akulah Nuruddin Mahmud Zanki. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Sejarah mencatatku sebagai Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, "Nuruddin itu kecanduan sholat malam,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;" Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;Kata mereka, "Nuruddin Mahmud Zanki menang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;bukan karena pasukannya yang banyak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasia bersama Tuhan". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Aku tersenyum, mereka memang benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Kemenangan yang kuraih adalah karena do'a dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;sholat-sholat malamku yang penuh kekhusyu'an.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Tahukah kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Dialah Istriku tercinta, Khotun binti Atabik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Dia adalah istri shalehah di mataku, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Terlebih di mata Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Gemerisik dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik kami saat mendung di mata kami jatuh berderai &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;dalam sujud kami yang panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Kuceritakan padamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Ya Allah, ternyata dia tertidur, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;tidak bangun pada malam itu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Astaghfirulloh, aku menyesal telah membuat dia kecewa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;dengan mengangkat seorang pegawai khusus untuknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Pegawai itu kuperintahkan untuk menabuh genderang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Agar kami terbangun di sepertiga malamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Wahai orang-orang yang terbuai,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al Aqso,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;rumah Allah yang diberkati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;Akulah pengukir tinta emas itu, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;seorang Panglima Perang, Sholahuddin Al-Ayyubi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Orang-orang yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;dari seorang Panglima yang selalu menjaga sholat berjama'ah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Al-Quran &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;yang indah dan syahdu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata, pengejawantahan cintaku pada-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Wahai orang-orang yang masih saja terlena,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Pernahkah kau mendengar kisah penaklukan Konstantinopel ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Akulah orang dibalik penaklukan itu, Sultan Muhammad Al Fatih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Aku sangat lihai dalam memimpin bala tentaraku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;aku telah memerintahkan kepada pasukanku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;untuk berpuasa pada siang harinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Dan saat malam tiba, kami laksanakan sholat malam dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;munajat penuh harap akan pertolongan-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Jika Allah memberikan kematian kepada kami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;pada siang hari disaat kami berjuang, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;maka kesyahidan itulah harapan kami terbesar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Biarlah siang hari kami berada di ujung kematian, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;namun sebelum itu, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;di ujung malamnya Allah temukan kami berada dalam kehidupan. Kehidupan dengan menghidupi malam kami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Wahai orang-orang yang gelap mata dan hatinya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Pernahkah kau dengar kisah Penduduk Basrah yang kekeringan ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Mereka sangat merindukan air yang keluar dari celah-celah awan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;Sebab terik matahari terasa sangat menyengat, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;padang pasir pun semakin kering dan tandus. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Suatu hari mereka sepakat untuk mengadakan Sholat Istisqo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;yang langsung dipimpin oleh seorang ulama di masa itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Ada wajah-wajah besar yang turut serta di sana, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Malik bin Dinar, Atho' As-Sulami, Tsabit Al-Bunani. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Sholat dimulai, dua rakaat pun usai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Harapan terbesar mereka adalah hujan-hujan yang penuh berkah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Namun waktu terus beranjak siang, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;matahari kian meninggi, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;tak ada tanda-tanda hujan akan turun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Mendung tak datang, langit membisu, tetap cerah dan biru. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Dalam hati mereka bertanya-tanya, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Adakah dosa-dosa yang kami lakukan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;sehingga air hujan itu tertahan di langit ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Padahal kami semua adalah orang-orang terbaik di negeri ini ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Sholat demi sholat Istisqo didirikan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;namun hujan tak kunjung datang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Hingga suatu malam, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani terjaga di sebuah masjid. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Saat malam itulah, aku, Maimun, seorang pelayan, berwajah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;kuyu, berkulit hitam dan berpakaian usang, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;datang ke masjid itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Langkahku menuju mihrab, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;kuniatkan untuk sholat Istisqo sendirian, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;dua orang terpandang itu mengamati gerak gerikku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Setelah sholat, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;dengan penuh kekhusyu'an kutengadahkan tanganku ke langit, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;seraya berdo'a :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;"Tuhanku, betapa banyak hamba-hamba-Mu yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;berkali-kali datang kepada-Mu memohon sesuatu yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;sebenarnya tidak mengurangi sedikitpun kekuasaan-Mu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Apakah ini karena apa yang ada pada-Mu sudah habis ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Ataukah perbendaharaan kekuasaan-Mu telah hilang ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;kecintaan-Mu kepadaku agar Engkau berkenan memberi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;kami hujan secepatnya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Lalu apa gerangan yang terjadi ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Angin langsung datang bergemuruh dengan cepat, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;mendung tebal di atas langit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Langit seakan runtuh mendengar do'a seorang pelayan ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Do'aku dikabulkan oleh Tuhan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;hujan turun dengan derasnya, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;membasahi bumi yang tandus yang sudah lama merindukannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani pun terheran-heran &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;dan kau pasti juga heran bukan ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Aku,seorang budak miskin harta, yang hitam pekat, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Mungkin lebih pekat dari malam-malam yang kulalui. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Hanya manusia biasa, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;tapi aku menjadi sangat luar biasa karena doaku yang makbul &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;dan malam-malam yang kupenuhi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;dengan tangisan dan taqarrub pada-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Wahai orang-orang yang tergoda,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk lehermu saat kau tertidur pulas ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Ya, sangat kuat, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;tiga ikatan di tengkuk lehermu !!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;Dia lalu menepuk setiap ikatan itu sambil berkata, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;"Hai manusia, Engkau masih punya malam panjang,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;karena itu tidurlah !!".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Hei, Sadarlah, sadarlah, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;jangan kau dengarkan dia,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;itu tipu muslihatnya ! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Syetan itu berbohong kepadamu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Maka bangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatanmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;untuk menangkal godaannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Sebutlah nama Allah, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;maka akan lepas ikatan yang pertama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Kemudian, berwudhulah, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Maka akan lepas ikatan yang kedua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;Dan yang terakhir, sholatlah, sholat seperti kami, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Wahai orang-orang yang masih terlelap,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Masihkah kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Masihkah ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Adakah tergerak hatimu untuk bangkit, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;bersegera, mendekat kepada-Nya, bercengkerama dengan-Nya, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;memohon keampunan-Nya, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;meski hanya 2 rakaat ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Tidakkah kau tahu, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;bahwa Allah turun ke langit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Tidakkah kau tahu, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;bahwa Dia berkata,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;"Akulah Raja, Akulah Raja, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Dia terus berkata demikian, hingga fajar merekah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Bagi kami, manusia-manusia malam, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;dunia ini sungguh tak ada artinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Malamlah yang memberi kami kehidupan sesungguhnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;Sebab malam bagi kami adalah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;malam-malam yang penuh cinta, sarat makna. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Masihkah kau terlelap ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Apakah kau menginginkan kehidupan sesungguhnya ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Kelak kau akan temukan cahaya di sana, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;di waktu sepertiga malam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Namun jika kau masih ingin terlelap, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;bermesraan dengan bantal dan gulingmu, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Semoga Allah mempertemukan kita di sana, di surga-Nya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;terlihat dari luar. Semoga...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: green; font-size: 10pt;"&gt;(Manusia-Manusia Malam)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-5523701952987494718?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/5523701952987494718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/07/malam-yang-romantis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/5523701952987494718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/5523701952987494718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/07/malam-yang-romantis.html' title='MALAM YANG “ROMANTIS”'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-5899922793159611807</id><published>2011-07-31T23:02:00.002+07:00</published><updated>2011-12-21T13:56:27.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Menuju Surga dengan Cinta</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #339966; font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Eramuslim - Setiap individu pasti akan merasai cinta dan mencintai sesuatu. Cinta adalah perasaan halus yang dimiliki hati setiap manusia, dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #339966; font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dalam Islam, cinta merupakan masalah utama dalam kehidupan dunia dan akhirat. Ini karena Islam sendiri merupakan agama yang berasaskan cinta. Sabda Rasullulah SAW.: "Tiga perkara yang apabila terdapat pada diri seseorang maka ia akan mendapat manisnya iman, yakni: Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada yang lain; mencintai seseorang hanya karena Allah, dan benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka" (HR. Bukhari dan Muslim) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #339966; font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Oleh karena itulah Islam menyeru kepada cinta, yaitu cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada agama, cinta kepada aqidah, juga cinta kepada sesama makhluk, sebagaimana Allah menjadikan perasaan cinta antara suami istri sebagai sebagian tanda dan bukti kekuasaan-Nya, firman Allah SWT: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Ruum: 21). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #339966; font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jelaslah bahwa cinta adalah tanda kehidupan ruhani dalam aqidah orang mukmin, seperti halnya cinta juga menjadi dasar dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Selain itu, iman dalam Islam ditegakkan berdasarkan cinta dan kasih sayang, sebagaimana terlukis indah dalam sabda Rasulullah SAW : "Demi Dzat yang diriku ada di tanganNya, kamu tidak akan masuk syurga sehingga kamu beriman, dan kamu tidak akan beriman dengan sempurna hingga kamu saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR Muslim) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #339966; font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dalam hadist diatas, Rasullulah SAW menegaskan bahwa jalan menuju ke syurga bergantung kepada iman, dan iman bergantung kepada cinta. Maka cinta adalah syarat dalam iman, rukun dalam aqidah, dan asas dalam agama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #339966; font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Cinta dalam Islam adalah kaidah dan sistem yang mempunyai batas. Ia adalah penunjuk ke arah mendidik jiwa, membersihkan akhlaq serta mencegah atau melindungi diri daripada dosa-dosa. Cinta dapat membimbing jiwa agar bersinar cemerlang, penuh dengan perasaan cinta dan dicintai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #339966; font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sayangnya dalam kondisi saat ini, cinta yang lahir cenderung penuh hawa nafsu dan menyimpang daripada tujuan murni yang sebenarnya. Setiap saat, setiap hari kita dibuai dengan lagu cinta, dibuat terlena dengan tontonan kisah cinta yang menghanyutkan kita ke dunia khayal yang merugikan. Kini bahkan banyak yang menyalahartikan makna cinta sebenarnya, sehingga terdorong melewati batas pergaulan dan tatasusila seorang mukmin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="color: #339966; font-family: &amp;quot;Berlin Sans FB&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Untuk itu, renungkanlah sejenak hakikat kehidupan kita di dunia. Rasullulah SAW bersabda: "Tidak sempurna iman salah seorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai diri sendiri." Juga sabda Rasulullah, "Barang siapa ingin mendapatkan manisnya iman, maka hendaklah ia mencintai orang lain karena Allah." (HR Hakim dari Abu Hurairah).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-5899922793159611807?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/5899922793159611807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/07/menuju-surga-dengan-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/5899922793159611807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/5899922793159611807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/07/menuju-surga-dengan-cinta.html' title='Menuju Surga dengan Cinta'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-2772877106127976369</id><published>2011-07-11T13:02:00.001+07:00</published><updated>2011-12-21T13:57:51.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>THE IDEA OF GOD</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;asyhadu al-la ilaha illallah, &lt;br /&gt;wa asyhadu anna Muhammadar-Rasulullah. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;isun anakseni kelawan atinisun, &lt;br /&gt;setuhune oranana Pengeran anging Allah. &lt;br /&gt;lan isun anakseni kelawan atinisun, &lt;br /&gt;setuhune Nabi Muhammad iku utusane Allah. &lt;br /&gt;tegese kang aran Pengeran, iku dzat kang agawe, &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;langit kelawanMbumi, sarta isine kabeh. &lt;br /&gt;Isun anakseni setuhune Kanjeng Nabi Muhammad, &lt;br /&gt;iku utusane Gusti Allah kanggo wong alam kabeh. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;asyhadu an la ilaha illa Allah, &lt;br /&gt;wa asyhadu anna Muhammadan Rasul Allah. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;I bear witness in my heart, &lt;br /&gt;that there is no Lord but Allah. &lt;br /&gt;and I bear witness in my heart, &lt;br /&gt;that Muhammad is the Messenger of Allah. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;He who is called Lord is the Being who creates &lt;br /&gt;heaven and earth and the contents thereof. &lt;br /&gt;I bear witness that the most Excellent Prophet Muhammad &lt;br /&gt;is the Apostle of Allah, for mankind throughout the whole world. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;This poem is one sample of puji-pujian (praising God) I frequently heard from a tajug (prayer house) at Blok Kedawung, a village in Desa Kaliwadas of Weru District, about twelve kilometres south-west of the city of Cirebon.&lt;sup&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2111"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2111" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt; The poem is in Cirebonese dialect, but somewhat surprisingly, on some occasions I heard the same poem chanted at a prayer house in the Sundanese village of Desa Brujul-Kulon, &amp;nbsp;District of Jatiwangi in Majalengka Regency about 30 kilometres west of Cirebon. This would suggest that the poem is not only known by Javanese speaking people in Cirebon living in the plain close to the coastal area, but also by the inland Sundanese as well. The chanters were groups of people (jama'ah) consisting of children and adults, males and females, who were about to undertake the prescribed prayer. They usually do this chanting soon after one of them has sounded the adzan (call for prayer). During chanting, they recite the verses repeatedly until the imam comes and prayer begins. The poem is not the only one recited in pre-prayer chanting; there are many others. I chose this particular poem because I think it is relevant to a discussion of the Cirebonese idea of God, the subject dealt with in this section. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Chanting puji-pujian at prayer time is a common practice among traditional Muslims, especially in Cirebon. Usually, the chanting goes on during the time between the call to prayer and the prayer itself, that is, during the time while people wait for their imam who will lead the prescribed daily prayer. The main idea of the chanting is that, in accordance with standards of piety, no time within the prayer session is without spiritual significance. All activities within this session are directed solely towards ibadah or ibadat (devotion to God); &lt;sup&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2146"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2146" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt; and before the main ibadah (the prescribed prayer) begins, puji-pujian serves as a kind of warming up. In this context, the chanting, usually of verses that glorify God or that respect the Prophet Muhammad, or other similar verses, is considered a meritorious religious act. In addition, if the chanted verses are the &lt;b&gt;syahadah&lt;/b&gt; (testimony of faith), they in fact, have at least a double function: for adults, the function is renewal and re-affirmation of the creed; for children, it is a kind of preparatory drill ensuring that they are conversant with pronouncing the words when the time comes to recite the creed formally. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;The first couplet of the poem I have selected includes the Arabic words of the &lt;b&gt;syahadah&lt;/b&gt; which the Cirebonese call syahadat. &lt;sup&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2173"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2173" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt; Literally, syahadat means testimony. In religious use the term syahadat refers to the Muslim profession of faith stating that there is no God but God and that Muhammad is the Messenger of God. The second couplet is the translation of the syahadat in rather archaic Cirebonese Javanese dialect. In English it translates “I bear witness (in my heart) that there is no Lord but Allah, and I bear witness (in my heart that the most Excellent Prophet Muhammad is the Messenger of Allah.” The third couplet contains a short description of the two main “characters” depicted in the syahadat: the first, explains the use of the term Pengeran (Lord) for God, a key point for me in determining the poem's relevance; the second, explains the function of Muhammad, whose prophethood is universal. The basic idea of Deity that prevails among most Cirebonese seems to conform to the message conveyed by this verse. It says that what is really meant by God is the Being who created heaven, and earth together with their contents. There is no doubt however, that the word Pangeran refers to Allah, the proper name of God among Muslims. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;For Cirebonese, as well as for other Muslims, pronouncement of the Islamic creed, the syahadat, is a supreme religious act whose mere recitation suffices for entry into the community of believers.&lt;sup&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2203"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2203" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt; The important position of syahadat among Cirebonese is manifest in the fact that almost without exception, all native Cirebonese are Muslim in the sense that everyone, recites the syahadat at least once during his/her lifetime. Interestingly, the formal recitation of the syahadat takes place at particularly crucial moments of the life cycle, that is, at the time of &amp;nbsp;circumcision and marriage. Circumcision for a boy and marriage for a girl are of fundamental importance among Javanese.&lt;sup&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2219"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2219" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;“Formally, in Islam, the obligation to recite syahadat is required only once during a lifetime”, said Pak Shofie, my informant. He explained that when people finished reciting syahadat, they automatically become Muslim, whatever intention they might have in their hearts and whatever they will do after the recital. “We do not know what is in one's heart, we only know what one says.” In Islam, Pak Shofie added, that to do good or bad, right or wrong is solely an individual's right; for that reason a person bears responsibility to God. But when a person falls into trouble or gets sick, other Muslims are obliged to help, and when a person dies it is the duty of other Muslims to care for the corpse, to pray at the burial and to bury the person at a Muslim burial complex. This statement does confirm that a mere recitation of syahadat suffices for entry into the ummah, the community of believers whose social bonds are based on the pronouncement of that very creed. Of course this is not to say that a mere oral pronouncement is enough to become a good Muslim. Deeper awareness in the heart of the reciter is also required; again, Pak Shofie explained: &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;One who would truly recite syahadat is required to incorporate two things: the first is to pronounce it by the tongue and to fill the heart with earnestness while witnessing that there is no god that can be rightfully worshipped but Allah, and that Muhammad is the Messenger of Allah. He must be sure that Muhammad's prophethood is to teach jinn and humankind about the divine message written in the Holy Qur'an. Secondly, real recital of syahadat should be accompanied by tasdiq, ta'dhim, khurmah and khilwah. Tasdiq means affirming that Allah is the sole God; ta'dhim means glorifying God; khurmah means exalting God; and khilwah means being generous in accepting Allah as the sole God; that is the real &amp;nbsp; syahadat. Ignoring those elements is to mar the recital of syahadat and one's becoming a Muslim is only superficial.&lt;sup&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2266"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2266" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Referring back to the poem that begins this section, God is firstly enunciated as Kang gawe, the creator of the universe: heaven, earth, and all the contents within them. This indicates that, in the first place, the Cirebonese idea of God is closely related to the concept of creation; professing that as creator, God creates what He likes and by His own will without interference from any other. Secondly, God is only one and the oneness of God is importantly emphasised: he has no companion, and has no equality. “Gusti Allah iku Siji, oranana kang madani” (the sovereign Lord Allah is One, none is equal to Him), Saefullah (37 years), a toy peddler, said. He affirmed the oneness of God by pointing out that it is in fact, depicted in the Holy Qur'an in surat Qulhu (QS: 112;1–4).&lt;sup&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2280"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2280" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt; He recited the verses and then gave their meaning in Bahasa Indonesia, which translates as: “Say, He, Allah is One, the Eternal God. He begot none, nor was He begotten. None is equal to Him”. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Some Cirebonese do recognise a variety of other deities: dewa (deva, male) and dewi (devi, female), Betara (Bhatara, male) and Betari (Bhatari, female), and also &amp;nbsp; Sang Hyang. In general these terms are usually thought to have a relation to terms for Hindu deities.&lt;sup&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2316"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2316" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;However, in Cirebon, the meaning of these words or the subjects referred to by such terms are vague. These terms are mainly heard in wayang (shadow-puppet) stories. Some wayang enthusiasts explain that dewa-dewi, batara-betari and sang hyang are the same things which refer to the earlier ancestors' deities predating Islam, but they do not believe that these divine beings now exist or ever existed. Some others say that these terms refer to superhuman beings, a mixture between jinn (genie) and man, each having a certain spiritual or magical power that enables them to become master of a certain element of the universe, such as wind, water, earth, or sky-and that some of our ancestors took them as deities. Some believe, and some do not believe, they existed at some time in history. Still others consider that they are only fictitious figures from wayang stories, created and inherited by an earlier generation to teach people about morality. The last view seems to be held most commonly. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;The Cirebonese word for God is Pa-ngeran or Pe-ngeran.&lt;sup&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2377"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2377" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt; This word is derived from Javanese and has two meanings: God, and lord referring to person of nobility or of high rank. The Cirebonese use the word in distinct ways to mean either of these. Pangeran meaning lord, is used only as a title of the court families and is put before the person's name, for example, “Pangeran Diponegoro”, “Pangeran Mangkurat Trusmi”, “Pangeran Panjunan”, and “Pangeran Jayakelana”. For the common noun meaning lord they do not use pangeran but pinangeran (by inserting an infix ‘in’); e.g: Pangeran Ardiningrat is a pinangeran, not a pangeran; there are &amp;nbsp;many pinangeran (not pangeran) in a court ceremony. Pangeran to mean God, on the other hand, is used independently but not as a title preceding any name, not even God's name. Thus, the expression as “Pangeran Allah” is never found. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;In Cirebonese vernacular, asking about a person's God can be phrased as: “Sapa Pengeranira?” (“Who is your God?”). The answer is “Pengeranisun Gusti Allah” (“My God is the Lord Allah”). The word gusti also comes from Javanese and can also be translated as “lord”; it is akin to, or sometimes used interchangeably with, the word “kanjeng” (excellency) to refer to nobility such as prophets, saints, kings or others. A reference using gusti however implies a patron-client or a master-slave relationship in which the referee is the patron or the master. Kanjeng and gusti are used for example in such references as: Gusti Nabi or Kanjeng Nabi, or Kanjeng Gusti Nabi Muhammad, Gusti or Kanjeng or Kanjeng Gusti Sinuhun Sultan Sepuh. Kanjeng is therefore, used only in reference to a person and never to God; hence there can be no expression such as: “Kanjeng Pengeran” or “Kanjeng Allah”. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Along with regarding God as Kang gawe (the Creator), the Cirebonese also regard God as Kang Kuasa (the Sovereign) whose sovereignty is absolute and omnipotent, and Kang ngatur (the ruler). The notions of God as sovereign and ruler seem to be more frequently mentioned in daily life than the notion of God as creator. I did not further explore the reason for this, but it is probably for practical reasons; the matter of life after creation is of more concern than are matters before creation. As God is omnipotent everything is totally under His control and nothing in the universe is unseen to Him. The three-fold ideas of God as the Creator, the Sovereign and the Ruler are consistent with the ideas of God's absolute omnipotence over men on the one hand, and men's total dependence on Him on the other. The dependency relation of Creator-created is deeply imprinted; it manifests itself for example in oral traditions, and more apparently, in exclamations. When one begins to do something, especially something important, it is traditional to recite Basmalah, the &amp;nbsp;pronouncement of Bismillahir rahmanir rahim (&lt;b&gt;Bism Allah ar-Rahman ar-Rahim&lt;/b&gt;), in the name of Allah, the Beneficent, the Merciful. On the other hand, when facing something undesirable or unwanted or when frightened, one will spontaneously respond: “ya Allah!” (“oh God!”); or “la ilaha illa'llah!”, even sometimes, “Muhammad rasulu’ llah”, with the full recital of the syahadat added; or “masya Allah” (&lt;b&gt;ma sya-a Allah&lt;/b&gt;, meaning “Allah does not will that”); or “Astaghfirullahal'adzim!” (&lt;b&gt;astaghfir Allah al-’azhim&lt;/b&gt; meaning I beg pardon of Allah the Greatest); or “la hawla walaquwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim” (&lt;b&gt;la hawl wa la quwwah illa bi Allah al'aly al'azhim&lt;/b&gt;, meaning “there is no power and strength except from Allah the Greatest”). Similarly, these expressions are used when shocked by something or by some accident. In a more precarious situation, when hearing that someone has died one will exclaim: “Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un”, (&lt;b&gt;Inna li Allah wa inna ilaih raji'un&lt;/b&gt; meaning, “lo, we belong to Allah and lo, unto Him we return”). But in contrast, that is, when facing desirable things or results, the response is: “alhamdulillah” (&lt;b&gt;al-hamd li Allah&lt;/b&gt;, meaning “praise be to Allah”). These expressions are commonly enunciated not only by devout individuals and santri, but also by ignorant laymen. The only difference is in pronunciation. As one might expect, learned individuals will produce perfect or nearly perfect utterances of Arabic compared with laymen; for example, less learned laymen may pronounce “la ilaha ill'Allah” as “la ilaha ilelloh” instead of as “&lt;b&gt;la ilaha illa Allah&lt;/b&gt;”; “masya Allah” as “masya olloh” rather than as “&lt;b&gt;ma sya-a Allah&lt;/b&gt;”; “Astaghfirullahal ‘adzim” as “astagpirulloh-al azhim” or even “astagailah”, or just “astaga” instead of as “&lt;b&gt;astaghfir Allah al-’azhim&lt;/b&gt;”; or “la hawla walaquwwata illa billahil'aliyyil ‘adzim” as “la kaola wala kuwata ila billah” instead of as “&lt;b&gt;la hawl wa la quwwah illa bi Allah&lt;/b&gt;”. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;Although these expressions do not necessarily reflect religiosity, in the sense that users need not necessarily be devout, these oral traditions are indications that Islam has indeed penetrated deeply into the traditions of Cirebonese social life. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Islam prohibits its followers from thinking about the substance of God or imagining His essence. Such questions as: “what does God look like” are strictly discouraged as they are beyond the reach of human understanding.&lt;sup&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2566"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2566" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt; Not surprisingly, among the Cirebonese too, attempts to describe God end up with the identification of His names in terms of attributes called sifat-sifate Gusti Allah (Allah's attributes) which incorporate sifat wajib (the “must”- attributes), sifat mustahil (the “must not”-attributes) and sifat jaiz (the “may” attribute). The sifat wajib correspond to an affirmation of divine perfection, qualities that must be ascribed to God. There are twenty of these and hence they are known as sifat rong puluh (the twenty attributes). Thirteen of the attributes are said to be unanimously agreed on by theologians, while the other seven were added later by others.&lt;sup&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2594"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2594" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt; The thirteen attributes are: wujud (existence); qidam (eternal); baqa’ (permanence); mukhalafatu lilhawaditsi (dissimilarity with the created); qiyamuhu binafsihi (self-subsistence); wahdaniyat (oneness); qudrat (power); iradat (will); ‘ilmu (‘knowledge), hayat (life); sama’ &amp;nbsp;(hearing); bashar (vision); kalam (speech). The other attributes do not intrinsically describe God's essence; they designate what God can do and usually does, they are kaunuhu (He is in a state of being: qadiran (powerful); muridan (willing); ‘aliman (knowing); hayyan (alive); sami'an (hearing); bashiran (seeing); mutakalliman (speaking). To assist memorisation, the Cirebonese put the list of twenty attributes into a poem chanted as follows:&lt;sup&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2664"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2664" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;12&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;allah&lt;br /&gt;Wujud, qidam, baqa,&lt;br /&gt;mukhalafatu lilhawaditsi&lt;br /&gt;qiyamuhu binafsihi,&lt;br /&gt;wahdaniyat, qudrat, iradat, ’ilmu, hayat,&lt;br /&gt;sama’,bashar, kalam,&lt;br /&gt;qadiran, muridan,&lt;br /&gt;‘aliman, hayyan, sami'an,&lt;br /&gt;bashiran, mutakalliman. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;The popularity of the poem is helped thanks to the modern recording technology and the current trend of people's religious commitment in Indonesia. Now the poem is beautifully chanted by some pop-singers and is available on records and cassettes, and can even be heard on some commercial radio stations. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;The sifat mustahil (the “must not”-attributes), correspond to the negation of any defective qualities and, therefore, must not be ascribed to God. Standing in contrast with sifat wajib, there are also twenty sifat mustahil: ‘adam (non-existence); huduts (recency); fana’ (perishability); mumatsalatu lilhawaditsi (similarity with the created); ikhtiyaju bighairihi (non-self-sufficiency); ta'addud (plurality); ‘ajzu (weakness); karahah (unwillingness); jahlu (ignorance); mawtu (inanimated); ashommu (deafness); a'ma (blindness); bukmun (speechlessness); He, who or that which could be in a state of being: ‘ajizan (powerless); karihan (unwilling); jahilan (ignorant); mayyitan (dead); ashomman (deaf); a'man (blind), abkaman (non-speaking). &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;There is, however, only one sifat jaiz (the “may”-attribute): God's prerogative to do or not to do something. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;As well as describing God in terms of these attributes, He can also be described in terms of Beautiful Names which are called aran baguse Gusti Allah or asma'ul husna (God's Beautiful Names). But this knowledge is prevalent only among relatively learned individuals and is usually enunciated in Arabic terms. There are ninety-nine Names in total.&lt;sup&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2807"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2807" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;13&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;In theological discourse, especially between the traditional Asy'arite schools on the one hand, and the rationalist Mu'tazilites on the other, there is disagreement about the appropriateness of describing God in terms of attributes. The Asy'arite proponents, including Al-Ghazali, argue in favour of attribution; while the Mu'tazilites stand against it. The Cirebonese clearly stand within the Asy'arite line. In accepting this doctrine, the Cirebonese however, in one way or another, also develop the necessary logical thinking they need to defend their faith. Mas'ud (26 years), a batik factory worker, used the existence of the universe as the basis for his argument on the existence of God: &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;…everything that exists must have come about because it has been created by its creator. The existence of clothes that we wear indicates that there is someone who makes them, that is, the tailor; the existence of chairs, tables and furniture indicates the existence of the maker, the carpenter; so too, the existence of plants, trees, animal, seas, earth, heaven, stars, moon, sun and all the things within the universe together with the well established structure and order would clearly indicate the existence of the Great Creator and Sustainer which we, Muslims, call Allah, the true God.&lt;sup&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2818"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2818" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;14&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;When I further asked him, given that the universe exists because it was created by the Great Creator, and that this becomes the proof that God exists, who then, is the Creator of God?”. Appearing slightly offended, he explained: &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;You must realise that every rule in the world has an exception. You can see for example, in some offices there is a notice on the door saying: “NO ENTRANCE!” But why does the director go in and out of the room freely and carelessly despite the “no entrance” notice? It is because the “no entrance” notice does not apply to him; he is exempted from the rule because he is in fact, the master of the office and it is he who put up the notice. The same token also applies to God. Because God, the prime Creator, is not a thing and is not created, he is exempted from the rule stating that “everything is created.” Above all, it will be evident when you also realise that the next two other attributes of Allah are qidam which means without beginning, and baqa, that is without ending.&lt;sup&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2832"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2832" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;15&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Mas'ud's explanation represents a layman's style. But considering that he is only a primary school graduate and has never been to a pesantren, that he has learned religion only from ngaji at the nearby tajug, where chanting puji-pujian is one of its media as well as its methods, his argument is remarkable. He accepts religious doctrine not in the form of dead dogma which must be accepted without question. He, instead, develops his creed with an enriched body of theological thinking. Not all people are of course like Mas'ud, but there are certainly many others like him, who may be taken as interesting examples showing that there are some cases in which assimilation of Islam amongst traditional people has produced a sort of ‘popular rationalism.’ The existence of God cannot be satisfactorily proven by any empirical enquiries, laboratory experiments or sophisticated logical &amp;nbsp;manipulation, let alone by Mas'ud's explanation. Ghazali (in Au Zed 1974) warned that even the prophets were not sent to prove the existence of God and the origin of the world; they were only sent to teach His unity. Arguments for God's existence are permissible only if they are derived and sustained by the Qur'an.&lt;sup&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2855"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2855" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;16&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;The description I have presented would suggest that the Cirebonese do not seem to have a unique concept of God. Their ides of God derives entirely from Islam wherein the concept of deity is recorded in the Holy Scripture, the Qur'an. The Scripture preaches that basic to the Islamic faith is the acceptance of the principle of absolute monotheism, the rejection of polytheism, and destruction of idols by bearing witness that Allah is the only one and unique God, and the Creator of all that exists. The Qur'an expresses and emphasises these basic tenets. This faith is the renewal of what the earlier prophets, Adam to Muhammad, recalled; it has also been validated and ratified by the pre-Islamic monotheistic believers where Abraham khalil Allah, or the friend of God, is notably described in the Qur'an as being: just and a prophet, a true believer (hanif), having surrendered himself (Muslim) to God without compromise with the musyrikun or polytheists, those who associate others with God.&lt;/span&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;[&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5637498559982333483&amp;amp;postID=2772877106127976369" name="d0e2872"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/chapter-notes.htm#ftn.d0e2872" target="new"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;17&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;article detail : &lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/ch02.html"&gt;http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/ch02.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-2772877106127976369?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/2772877106127976369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/07/idea-of-god.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/2772877106127976369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/2772877106127976369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/07/idea-of-god.html' title='THE IDEA OF GOD'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-1044458387453374972</id><published>2011-04-29T02:20:00.002+07:00</published><updated>2011-12-21T14:45:59.162+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Cinta Kepada Allah</title><content type='html'>&lt;b&gt;Cintailah Dengan Sepenuh Hatimu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;&lt;div style="margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Oleh&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;b style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Silvani&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;"Siapakah yang paling kita cintai?" Apabila kita ditanya dengan pertanyaan seperti itu mungkin sebagian kita menjawab, "saya paling cinta kepada anak-anak, saya sangat mencintai istri, saya teramat cinta kepada suami, saya cinta kepada ibu yang telah membesarkan saya, atau mungkin saya paling cinta pada diri sendiri…&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;Adakah yang menjawab Saya paling cinta kepada Allah! Atau jawaban Hanya Allah yang ada di relung hatiku!"&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;Tentang cinta kepada Allah, Allah berfirman:&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;"Katakanlah jikalau bapak-bapak , anak-anak, saudara-saudaar, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya, dan dari berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(QS. At-Taubah [9] : 24)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Dalam ayat tersebut jelas bahwa Allah memerintahkan kita untuk mengutamakan cinta kepada-Nya. Allah memberikan ancaman kepada mereka yang mencintai segala sesuatu melebihi cinta kepada Allah&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;“…maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya&amp;nbsp;&lt;/i&gt;…” Sungguh mengerikan… Allah merahasiakan siksa apa yang akan menimpa kita, sementara kita tahu betul bahwa siksa Allah amatlah keras! Allah juga memberi gelar fasik kepada mereka, dan mereka tidak diberi petunjuk oleh Allah!&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Astaghfirullahal aziim… Ampuni hamba-Mu Yaa Rabb…&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Sejenak kita renungkan betapa Allah sangat mencintai manusia…&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Allah sangat memuliakan manusia. Ketika nabi Adam AS, manusia pertama, selesai diciptakan, Allah memerintahkan semua makhluknya untuk bersujud kepada Adam AS. Dan ketika iblis menolak untuk bersujud, Allah mengusir iblis dari surga.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk, disempurnakan-Nya bentuk manusia. Diberi-Nya manusia akal, penglihatan, pendengaran, tubuh yang sempurna… Lalu ditiupkan ruh kepada manusia, ruh dari-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Dibentangkan-Nya bumi dengan segala isinya hanya untuk kebutuhan manusia. Kekayaan alam, tumbuhan, hewan, air, udara, semua untuk manusia.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Manusia diangkat oleh Allah sebagai&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;khalifah&lt;/i&gt;&amp;nbsp;di muka bumi.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Allah menciptakan surga untuk manusia, di surga terdapat bidadari-bidadari jelita yang sebelumnya tidak pernah disentuh oleh siapapun.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Allah telah menjamin rizki untuk setiap manusia, rizki yang telah tertulis dalam kitab yang nyata,&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;lauh mahfudz.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan supaya manusia merasa tentram.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Siapa yang menanamkan rasa cinta dan kasih sayang dalam hati orang tua, suami, istri, dan anak-anak kita kalau bukan Allah?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Kitapun dipilih oleh Allah dari 6,5 miliar manusia yang ada di dunia sebagai umat Islam, umat dari satu-satunya agama yang diridhai Allah!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Subhanallah…&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Betapa banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita, niscaya kita tidak akan sanggup menghitungnya…&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Demikian berkali-kali Allah bertanya dalam surat Ar Rahman…&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Lalu… Apa yang sudah kita lakukan untuk membalas cinta Allah yang begitu besar kepada kita? Apakah pantas ada yang lebih kita cintai selain Allah? Seberapa sering kita mengingat Allah? Melafazkan zikir kepada-Nya ? Sudahkah kita menjadikan Allah sebagi 'denyut' setiap perbuatan kita? Mengapa kita masih malas sholat ke mesjid? Mengapa kita kikir berinfaq dan bersedekah? Mengapa kita malas membaca Al Qur’an? Mengapa kita berbuat zalim? Mengapa kita tidak menjaga Islam yang telah diperjuangkan Rasulullah dengan cucuran darah dan air mata? Mengapa…?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Lihatlah betapa besar cinta Rasulullah SAW dan para sahabat RA&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;ajmain&lt;/i&gt;&amp;nbsp;kepada Allah… Mereka merelakan harta dan jiwa demi agama Allah.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Abu Bakar RA menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah. Ketika ditanya apa yang ia tinggalkan untuk keluarganya, Abu Bakar menjawab bahwa ia meninggalkan janji Allah dan Rasul-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Sahabat lain, Abu Ayyub Al-Anshary RA selalu rindu berangkat perang. Ia tidak pernah absen dalam setiap perang membela agama Allah. Semboyan hidupnya adalah&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;“Berangkatlah kamu dalam keadaan ringan maupun berat dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah.”&lt;/i&gt;(QS. At-Taubah [9] : 41)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Dengarkanlah lantunan doa Rasulullah SAW yang menggambarkan kecintaan beliau kepada Allah:&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;“Ya Allah, berilah aku cinta-Mu dan cinta orang-orang yangmencintai-Mu, serta segala yang mendekatkanku pada cinta-Mu. Ya Allah, jadikan segala rezeki yang Engkau karuniakan dari apa-apa yang aku sukai, kekuatan bagiku yang dapat aku pergunakan dalam mencintai-Mu. Ya Allah, jangan jadikan apa yang kumiliki itu selalu ada di sekitarku, ambillah ia untuk apa yang Engkau sukai.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mencintai Allah dengan sepenuh hati, menjadikan Allah sebagai 'denyut' setiap perbuatan kita, kita terhindar dari siksa Allah yang amat keras, selalu berada di jalan-Nya, dan bukan termasuk ke dalam golongan orang fasik yang tidak mendapat petunjuk Allah…&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Amiin yaa Rabbal alamiin.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Wallahu ‘alam bishshawaab.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://www.hadits.net/" rel="nofollow" style="cursor: pointer; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;http://www.hadits.net/&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;Daftar Pustaka:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: #eeeeee; margin: 0.5em 0px 0.5em 1em; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;&lt;li style="margin: 0px 0px 0px 1em; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Al-Qur’an dan Terjemahnya.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Jakarta: CV Darus Sunnah, 2007.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0px 0px 0px 1em; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;Ghanayim, Ahmad Muhammad.&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Allah azza wa Jalla, Kaifa Nuhibbuhu wa Limadza Nuhibbuhu wa Hal Nuhibbuhu Haqqan&lt;/i&gt;. Diterjemahkan oleh Faisal Mukhtar, dengan judul:&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Ujian Cinta kepada Allah&lt;/i&gt;. Jakarta: senayan Abadai, 2006.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="margin: 0px 0px 0px 1em; padding: 0px;"&gt;&lt;b&gt;Khattahab, Abdul Mui’izz.&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Ashhab an Nabiy Shalallahu ‘Alayhi wa Sallam Min al-Muhajirin wa al Anshar.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Diterjemahkan oleh: H. Nabahani Idris, dengan judul:&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Profil 70 Sahabat Nabi&lt;/i&gt;. Jakarta: studia press, 2007.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-1044458387453374972?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/1044458387453374972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/04/cinta-kepada-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/1044458387453374972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/1044458387453374972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/04/cinta-kepada-allah.html' title='Cinta Kepada Allah'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-4521397514519247638</id><published>2011-04-29T02:16:00.004+07:00</published><updated>2011-12-21T14:47:36.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Berhenti Mengajari Allah</title><content type='html'>&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasanya sudah terlalu sering kita mengajari Allah bahkan terkadang harus menyalahkan-Nya saat harapan-harapan dan cita-cita kita yang kita nantikan dan tunggu tidak kunjung datang atau malah hanya kegagalan yang kita raih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="line-height: 16px;"&gt;Oleh&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;b style="line-height: 16px;"&gt;Ahmad Syukri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam sebuah atsar diriwayatkan oleh Wahb bin Munabbih disebutkan bahwa Allah berfirman:&amp;nbsp;&lt;i style="line-height: 16px;"&gt;“Hamba-Ku! Taati sajalah apa yang sudah Aku perintahkan kepadamu, dan jangan (sekali-kali) mengajari-Ku terhadap apa saja yang baik untukmu.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagi seorang mukmin sejati yang memiliki ketajaman nurani, tentulah terhindar dari sikap “lancang” dengan mengajari Allah terhadap segala hal yang baik untuknya. Karena memang manusia manapun di dunia ini tidak akan pernah tahu rencana dan skenario Allah ketika Dia menimpakan segala musibah dan masalah kepada hamba-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasanya sudah terlalu sering kita mengajari Allah bahkan terkadang harus menyalahkan-Nya saat harapan-harapan dan cita-cita kita yang kita nantikan dan tunggu tidak kunjung datang atau malah hanya kegagalan yang kita raih. Prasangka-prasangka buruk terhadap Allah melintas di fikiran kita tanpa bisa kita cegah, karena kebodohan dan kelemahan kita dalam memahami hakikat keberadaan kita di dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah berfirman dalam surah al-Baqarah ayat 216:&amp;nbsp;&lt;i style="line-height: 16px;"&gt;“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Banyak hal di dunia ini yang berada diluar kekuasaan kita, dan kita tidak pernah mampu menghindar dan menolaknya. Hal yang demikian karena memang kita diciptakan hanya untuk tunduk dan patuh terhadap perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Saat manusia menderita dengan rezeki yang serba kekurangan (menurutnya) seharusnya bersyukur karena Allah sedang membimbingnya agar selalu menggantungkan harapan dan memohon kepada-Nya. Saat seseorang nestapa karena kehilangan apa saja yang dicintainya selayaknya berbahagia karena pada saat yang sama Allah sedang menuntunnya agar tidak mencintai apapun melebihi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selama paru-paru ini masih bernafas, jantung ini masih berdetak, darah ini masih mengalir, manusia tidak akan pernah terlepas dari deraan cobaan dan ujian. Karena memang dunia diciptakan sebagai tempat ujian dan akhirat sebagai tempat balasan. Kesenangan sejati hanya akan diraih jika kita sudah menginjakkan kaki di surga. Jika memang dunia ini diciptakan untuk tempat bersenang-senang, maka para nabi seharusnya yang paling berhak mendapatkannya. Lantas, kenapa malah merekalah yang paling banyak dan sering mendapatkan rentetan cobaan dan cabaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semoga sebuah hadits ini akan membuat kita sadar, bersimpuh dan tertunduk malu dihadapan-Nya dan berhenti mengajari-Nya atau menyalahkan ketentuan-Nya saat doa-doa belum terpenuhi dan harapan-harapan yang gagal diraih. Karena memang tidak ada kebetulan dalam kehidupan ini. Sebuah hadits yang riwayatkan oleh imam al-Baihaqi dari sahabat Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:&amp;nbsp;&lt;i style="line-height: 16px;"&gt;“Malaikat Jibril AS berkata: Wahai Allah, hamba-Mu si fulan penuhilah segala keperluan (yang diminta)nya. Allah pun menjawab: (sudah) biarkan saja hamba-Ku (itu), Sungguh Aku senang mendengar suaranya (saat bermunajat kepada-Ku).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semoga kita termasuk hamba yang mencintai Allah dan dicintai oleh-Nya. Amin!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="line-height: 16px;"&gt;Wallahu a’la wa a’lam.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="line-height: 16px;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 16px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i style="line-height: 16px;"&gt;http://www.hadits.net&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-4521397514519247638?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/4521397514519247638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/04/berhenti-mengajari-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/4521397514519247638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/4521397514519247638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/04/berhenti-mengajari-allah.html' title='Berhenti Mengajari Allah'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-5917502792689027694</id><published>2011-03-21T09:47:00.001+07:00</published><updated>2011-12-21T14:01:48.825+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Kemerdekaan Itu Datang Dari Tauhid</title><content type='html'>Tauhid membebaskan hati ini dari tawanan hawa nafsu. Bebas dari tawanan cinta harta, jabatan, popularitas, anak, lawan jenis, dan objek cinta yang berasal dari hawa nafsu. Bukan berarti, kita tidak lagi mencintai mereka. Namun, dengan kehadiran tauhid, maka hawa nafsu sudah bisa ditundukan, sehingga cinta kita tidak lagi hanya digerakan oleh hawa nafsu, tetapi digerakan oleh cinta kita kepada Allah sebagai konsekuensi tauhid.&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Adapun orang-orang yang beriman sangat cintanya kepada Allah&lt;/i&gt;.” &lt;b&gt;(Al-Baqarah: 165)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda akan terbebas dari kesedihan yang tidak perlu. Seseorang yang melakukan hal-hal yang dilarang agama demi cintanya, artinya belum ada tauhid pada dirinya, setidaknya masih sedikit. Orang yang hatinya sudah dipenuhi dengan cinta kepada Allah, tidak mungkin menduakan cintanya dengan sesuatu yang rendah. Tidak mungkin meninggalkan Allah (yang dicintainya) demi cinta kepada selainnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita boleh mencintai lawan jenis, namun kita tidak akan pernah melakukan yang dilarang seperti mendekati zina bahkan melakukan zina, bunuh diri, durhaka kepada orang tua, dan perbuatan munkar lainnya. Sebab perbuatan-perbuatan tersebut dimurkai oleh cinta sejati kita, yaitu Allah SWT. Begitu juga, cinta kita kepada keluarga, harta, jabatan, dan objek cinta lainnya tidak akan menggerakan kita untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai oleh Allah SWT sebagai cinta sejati kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-5917502792689027694?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/5917502792689027694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/03/kemerdekaan-itu-datang-dari-tauhid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/5917502792689027694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/5917502792689027694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/03/kemerdekaan-itu-datang-dari-tauhid.html' title='Kemerdekaan Itu Datang Dari Tauhid'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-7505111652429717925</id><published>2011-03-21T09:46:00.001+07:00</published><updated>2011-12-21T14:05:16.332+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Cinta Itu Adalah Tawanan</title><content type='html'>Apa yang dimaksud bahwa cinta itu adalah tawanan? Siapa yang ditawan? Cinta menawan hati. Sebab hati akan tunduk demi mengejar apa yang dicintainya. Banyak sekali orang yang rela melakukan apa pun demi yang dicintainya. “Gunung kan kudaki, lautan akan kusebrangi.” begitu kata syair yang menggambarkan bagaimana hati tertawan oleh cintanya kepada kepada seorang gadis pujaan. Lihatlah… banyak orang yang melakukan segala cara untuk mendapatkan harta dan jabatan. Yang haram dihalalkan, apa pun dilakukan demua cintanya kepada harta dan jabatan. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cinta selalu menggerakkan hati pada apa yang dia inginkan. Keinginan diri inilah yang disebut dengan hawa nafsu. Sehingga dengan cinta ia menjadikan hatinya sebagai tawanan hawa nafsu, mengikuti apa yang dikatakan hawa nafsu dan menjadikan hawa nafsu dengan pimpinannya dalam hidup. Sehingga masuklah dia ke dalam fintah syahwat, yang menghalangi hatinya dari petunjuk dan rahmat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-7505111652429717925?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/7505111652429717925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/03/cinta-itu-adalah-tawanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/7505111652429717925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/7505111652429717925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/03/cinta-itu-adalah-tawanan.html' title='Cinta Itu Adalah Tawanan'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-6942135180631405140</id><published>2011-01-13T11:15:00.003+07:00</published><updated>2011-12-21T14:27:04.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Beberapa Aibmu</title><content type='html'>&lt;div style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Written by Fathi Majdi As-Sayyid&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: left;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;1. Anda khawatir terhadap mudharat dari orang yang tidak memilikinya serta berharap sesuatu manfaat dari orang yang tidak punya kemampuan untuk itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;2. Anda tidak iltizam dengan kebenaran dan ketaatan, bahkan Anda terbiasa dengan kebatilan dan kemaksiatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;3. Juga sikap lalai, menunda-nunda pekerjaan dan selalu berangan-angan dan menjauhkan akal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;4. Anda selalu sibuk melihat aib orang lain dan lupa aib diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;5. Anda sibuk memperbaiki yang hal-hal yang zhahir agar orang lain senang, namun melupakan yang tersembunyi yang dengannya Allah murka kepadamu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;6. Anda sudah tidak merasakan lezatnya ketaatan, bahkan bergembira dengan kemaksiatan.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;7. Anda bangga dengan kemegahan dunia sehingga meremehkan wanita muslimah lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;8. Juga membuang-buang waktu dengan banyak bicara karena ketidak-sadaranmu bahwa tidak ada satupun kalimat yang keluar dari mulutmu kecuali Allah pasti mencatatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;9. Sedikitnya keyakinanmu bahwa dunia bukanlah kediaman abadi dan akhirat tempat yang kekal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;10. Anda merasa baik jika mengerjakan sesuatu perbuatan, namun jika orang lain yang melakukannya anda anggap jelek.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;11. Banyak berbuat dosa &amp;amp; aib, sedikit istighfar dan sedikit bertaubat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;12. Anda memandang remeh pendapat orang lain dan bangga dengan pendapat sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;13. Bergelimang dengan dosa dan kesalahan, dan hanya berharap rahmat Allah dan ampunan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;14. Anda selalu melihat bahwa hanya diri Anda baik sedang lainnya jelek.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;15. Kurang bersandar kepada Allah jika tertimpa musibah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;16. Cepat merasa lesu ketika memulai ketaatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;17. Karena sedikitnya ilmu, anda tidak sadar bahwa taufik yang Anda peroleh itu semata-mata dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;18. Senang tampil walaupun merasa ikhlash.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;19. Mencari kesenangan orang lain meskipun harus dengan jalan berbuat maksiat kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;20. Angkuh, bermegah-megahan dengan kehidupan dunia, melupakan akhirat dan sedikit melakukan kebaikan untuknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;21. Anda melakukan permusuhan dengan landasan hawa nafsu, bukan karena Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;22. Tidak mengamalkan ilmu yang Anda miliki, dan merasa bangga dengan ilmu tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;23. Anda senang mengetahui rahasia orang lain kemudian menyebarkan rahasia tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;24. Tertipu dengan pujian dusta dan benci dengan celaan yang benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;25. Anda mengetahui kekurangan dan kebodohan diri sendiri, tetapi tidak segera memperbaikinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-6942135180631405140?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/6942135180631405140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/01/beberapa-aibmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/6942135180631405140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/6942135180631405140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/01/beberapa-aibmu.html' title='Beberapa Aibmu'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-123553737761281080</id><published>2011-01-13T11:10:00.001+07:00</published><updated>2011-12-21T14:08:27.280+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>DALAM 7 HARI YANG TELAH LALU DAN MUNGKIN AKAN TERULANG</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Hari per-1, tahajudku tetinggal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Dan aku begitu sibuk akan duniaku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara tv selesai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Tapi... enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juzz&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Al-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Tapi... ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan lancarnya aku menceritakan&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Sorenya aku datang keseletan Jakarta dengan niat mengaji&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Kubiarkan ustadzku yang sedang&amp;nbsp; mengajarkan lebih luas tentang agamaku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Aku&amp;nbsp; lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;yg ada disamping kiri &amp;amp;&amp;nbsp; kananku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Padahal bada magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;saat imam sholat jum'at kelamaan bacaannya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat,&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Kuhabiskan waktu di mall &amp;amp; bioskop bersama teman2ku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Demi memuaskan nafsu mata &amp;amp; perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Aku lupa.. waktu diperempatan lampu merah tadi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;&amp;amp; ¾ malam tadi dia dengan misscallnya mengingat aku ttg tahajud&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Kematian kenapa aku baru gemetar mendengarnya?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Dia bisa hinggap kapanpun dia mau&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;¼ abad lebih aku lalai....&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Dari hari ke hari, bulan dan tahun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Padahal keringat &amp;amp; airmatanya telah terlanjur menetes demi aku&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Tuhan andai ini merupakan satu titik hidayah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Walaupun imanku belum seujung kuku hitam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-US" style="color: olive; font-size: 10pt;"&gt;Saat aku melipat sajadahku.....&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-123553737761281080?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/123553737761281080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/01/dalam-7-hari-yang-telah-lalu-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/123553737761281080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/123553737761281080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/01/dalam-7-hari-yang-telah-lalu-dan.html' title='DALAM 7 HARI YANG TELAH LALU DAN MUNGKIN AKAN TERULANG'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-8409289093454441819</id><published>2011-01-13T10:56:00.003+07:00</published><updated>2011-12-21T14:40:21.347+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>10 Jawaban Mengatasi Bisikan Iblis</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: left;"&gt;Oleh :     &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;b&gt;Rusydi Nasution&lt;/b&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;Ada sepuluh cara setidaknya, agar kita bisa menjawab godaan setan yang selalu ingin menjerumuskan kita ke jurang neraka. Cara praktis mengusir iblis dan bala tentaranya itu tertuang nasihat seorang ulama dalam dialog antara manusia dan iblis:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;§&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Anakmu mati," katakan kepadanya : Sesungguhnya mahluk hidup diciptakan untuk mati, dan penggalan mdariku(putraku) akan masuk surga. Dan hal itu membuatku bahagia". &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;§&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Hartamu musnah," katakan kepadanya : "Segala puji bagi Allah Zat Yang Maha Memberi dan Mengambil, dan menggugurkan atasku kewajiban zakat." &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;§&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jika ia datang kepadamu dan berkata:" Orang-orang menzalimimu sedangkan kamu tidak menzalimi seorangpun." maka katakan kepadanya : "Siksaan akan menimpa orang-orang yang berbuat zalim dan tidak menimpa orang-orang yang berbuat kebajikan (Mukhsinin)". &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;§&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Betapa banyak kebaikanmu," dengan tujuan menjerumuskan untuk bangga diri(Ujub). Maka katakan kepadanya: "Kejelekan-kejelekanku jauh lebih banyak dari pada kebaikanku".&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;§&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dan jika ia datang kepadamu dan berkata:"Alangkah banyaknya shalatmu". Maka katakan : "Kelalaianku lebih banyak dibanding shalatku". &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;§&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dan jika ia datang dan berkata: "Betapa banyak kamu bersedekah kepada orang-orang". Maka katakan kepadanya: "Apa yang saya terima dari Allah jauh lebih banyak dari yang saya sedekahkan". &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;§&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dan jika ia berkata kepadamu : "Betapa banyak orang yang menzalimimu". Maka katakan kepadanya : "Orang-orang yang kuzalimi lebih banyak". &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;§&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dan jika ia berkata kepadamu : "Betapa banyak amalmu". Maka katakan kepadanya: "Betapa seringnya aku bermaksiat". &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;§&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Minumlah minuman-minuman keras!". Maka katakan : "Saya tidak akan mengerjakan maksiat". &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;§&lt;span style="font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dan jika ia datang kepadamu dan berkata: "Mengapa kamu tidak mencintai dunia?". Maka katakan : "Aku tidak mencintainya dan telah banyak orang lain yang tertipu olehnya".&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="color: #eeeeee; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-8409289093454441819?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/8409289093454441819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/01/10-jawaban-mengatasi-bisikan-iblis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/8409289093454441819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/8409289093454441819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/01/10-jawaban-mengatasi-bisikan-iblis.html' title='10 Jawaban Mengatasi Bisikan Iblis'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-3396932856249419940</id><published>2011-01-13T10:40:00.004+07:00</published><updated>2011-12-21T14:10:32.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Yang Manakah Anda.... ?</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Siapakah orang yang sibuk ? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil pusing akan waktu shalatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Siapakah orang yang manis senyumannya? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang di timpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata, "Ya Rabbi Aku ridha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Siapakah orang yang kaya? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan Tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Siapakah orang yang miskin?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada senantiasa menumpuk-numpukkan harta. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Siapakah orang yang rugi? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Siapakah orang yang paling cantik? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan kemana mata memandang. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi menghimpit? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Siapakah orang yang mempunyai akal? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni surga kelak karena telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Siapakah orang yg bijak? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Orang yg bijak ialah org yg tidak membiarkan atau membuang tulisan ini begitu saja, malah dia akan menyampaikan pula pada org lain untuk dimanfaatkan dan mengambil contoh sebagai sandaran dan pedoman kehidupan sehari-hari. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-3396932856249419940?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/3396932856249419940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/01/yang-manakah-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/3396932856249419940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/3396932856249419940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2011/01/yang-manakah-anda.html' title='Yang Manakah Anda.... ?'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5637498559982333483.post-1211117555118900198</id><published>2009-10-17T22:24:00.010+07:00</published><updated>2011-12-21T14:11:50.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>Manfaatkan Komputer &amp; Kamera Digital Sebagai Mesin Pencetak Uang !!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xJrWQXp27Ac/Sux1O7mroiI/AAAAAAAAABM/fvSkep7-M5c/s1600-h/baru+copy.png"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398818952688935458" src="http://1.bp.blogspot.com/_xJrWQXp27Ac/Sux1O7mroiI/AAAAAAAAABM/fvSkep7-M5c/s320/baru+copy.png" style="cursor: pointer; float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 240px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Makin maraknya HP berkamera yang dijual dengan harga murah, menjadikan trend dikalangan remaja, ini bisa menjadi peluang usaha yang sangat menguntungkan bila kita pandai memanfaatkan momen ini, seperti dengan membuka Studio Photo kecil-kecilan, memanfaatkan komputer, kamera digital poket dan printer photo. Memang saat ini sudah banyak orang yang membuka usaha dibidang ini, tapi biasanya mereka kurang konsesisten, hanya dijadikan sebagai pelengkap di toko yang menjual Pulsa &amp;amp; HP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri awalnya coba-coba membuka usaha ini tapi setelah beberapa waktu berjalan, hasilnya lumayan, saya bisa mendapat keuntungan, saya membuka usaha ini dengan memberi nama "Eji Photo Studio, yang spesialis menawarkan paket &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;photo hemat yaitu di PHOTO+Cetak 3R hanya 2.000,- dengan trik seperti ini ternyata menarik kalangan menegah bawah, seperti anak-anak, remaja dan orang tua yang ingin mengabadikan photo anaknya, karena harganya murah meriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menawarkan paket hemat photo 1.000 dan PAS PHOTO murah, saya juga menerima cetak dari HP, kamera, Flashdisk dll, dan ini juga menarik minat konsumen karena dengan lebel nama STUDIO PHOTO, terkesan usaha saya ini spesialis dalam mencetak photo, sehingga mereka lebih percaya ketimbang mencetak di konter HP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai usaha ini tidaklah rumit, anda tinggal belajar sedikit mengoprasikan program photo editing, dengan memberikan vareasi / frame pada photo yang akan dicetak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5637498559982333483-1211117555118900198?l=ejiinfo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ejiinfo.blogspot.com/feeds/1211117555118900198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2009/10/manfaatkan-komputer-kamera-digital.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/1211117555118900198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5637498559982333483/posts/default/1211117555118900198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ejiinfo.blogspot.com/2009/10/manfaatkan-komputer-kamera-digital.html' title='Manfaatkan Komputer &amp; Kamera Digital Sebagai Mesin Pencetak Uang !!!'/><author><name>Eji Evolution</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh5.googleusercontent.com/-k9FPB1jpR50/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAAA/TrYX2QifrbI/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xJrWQXp27Ac/Sux1O7mroiI/AAAAAAAAABM/fvSkep7-M5c/s72-c/baru+copy.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
